Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Senin, (3/8/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?
Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup naik 0,8% pada pekan lalu, disertai dengan aksi jual asing Rp 35 miliar pada perdagangan saham Jumat, 31 Juli 2026. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham BBCA, AMMN, ANTM, UNTR dan TLKM.
Advertisement
“IHSG berpeluang untuk melanjutkan kenaikan ke resistance kuat di 6.300. Hati-hati jika belum kuat untuk break di atas 6.300, potensi koreksi lagi,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.
Ia menuturkan, IHSG akan bergerak di level support 6.120-6.200 dan level resistance 6.270-6.300.
Sementara itu, dalam riset PT Kiwoom Sekuritas Indonesia menyebutkan, trader dapat melakukan buy on breakout apabila IHSG mampu menembus 6.244 dengan volume yang meningkat. Sementara itu, investor yang telah memiliki posisi dapat hold atau averaging up pada saham-saham yang tetap berada di atas area support, dengan menerapkan trailing stop di kisaran 6.180.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Rekomendasi Teknikal
Trading Idea hari ini: PTRO, TPIA, ELSA, AMMN, RAJA, dan BUMI
PTRO Spec Buy dengan area beli di 4.680-4.710, cutloss di bawah 4680. Target dekat di 4.770-4.810.
TPIA Buy if Break 2.160, dengan target dekat di 2.210-2.250. Cutloss di bawah 2.120.
ELSA Spec Buy dengan area beli di 680-695, cutloss di bawah 680. Target dekat di 710-725.
AMMN Spec Buy dengan area beli di 4.100, cutloss di bawah 4.060. Target dekat di 4.140-4.190.
RAJA Spec Buy dengan area beli di 880-890, cutloss di bawah 860. Target dekat di 910-925.
BUMI Spec Buy dengan area beli di 163-165, cutloss di bawah 162. Target dekat di 168-172.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Penutupan IHSG pada 31 Juli 2026
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham Jumat, (31/7/2026). Kenaikan IHSG hari ini ditopang mayoritas sektor saham yang menghijau dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat di kisaran 18.002.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,80% menjadi 6.236,12. Indeks saham LQ45 bertambah 0,39% menjadi 621,24. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Pada Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.2236,61 dan level terendah 6.201,89. Sebanyak 437 saham menguat sehingga angkat IHSG. 193 saham melemah sehingga menahan kenaikan IHSG. 159 saham diam di tempat.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pergerakan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa Asia yang juga menguat. Sedangkan dari sentimen dalam negeri didorong pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). “Dari sentimen domestik, pergerakan IHSG hari ini didorong oleh sektor teknologi dan basic materials, di sisi lain penguatan nilai tukar Rupiah juga turut mendukung pergerakan IHSG,” kata dia.
Total frekuensi perdagangan 1.952.207 kali dengan volume perdagangan 32,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 18,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.002.
Mayoritas sektor saham menghijau kecuali sektor saham consumer nonsiklikal turun 0,03%. Sektor saham basic menanjak 2,54%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham kesehatan mendaki 2,43%, sektor saham teknologi melesat 2,23%. Selain itu, sektor saham energi melompat 0,65%, sektor saham industri naik 1,2%, sektor saham consumer siklikal menguat 1,95%. Sektor saham keuangan naik tipis 0,18%, sektor saham properti menanjak 1,52%, sektor saham infrastruktur menguat 0,67% dan sektor saham transportasi melompat 0,52%.