Bursa Saham Asia Lesu Hari Ini, Indeks Kospi Anjlok 4,5%

Di bursa saham Asia, indeks Kospi turun 4,5% pada pembukaan perdagangan Senin, (3/8/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 03 Agustus 2026, 08:54 WIB
Seorang pria melihat layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Jepang. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan saham Senin pagi, (3/8/2026).  Koreksi bursa saham Asia Pasifik itu terjadi di tengah harga minyak dunia yang melemah pada awal pekan ini.

Mengutip CNBC, indeks Nikkei 225 di Jepang turun 1,43%. Sementara itu, indeks Topix melemah 1,45%. Indeks Kospi anjlok 4,57% saat pembukaan perdagangan. Indeks saham kapitalisasi kecil Kosdaq tergelincir 1,67%. Indeks acuan Australia ASX 200 melemah 0,36%.

Harga minyak turun setelah Presiden Donald Trump menyatakan pada hari Minggu sebelumnya bahwa ia membatalkan rencana serangan terhadap Iran. Laporan media AS pada Jumat menyebutkan presiden sedang bersiap untuk gelombang serangan baru seiring memudarnya harapan akan penyelesaian konflik melalui negosiasi dan melonjaknya harga energi.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun US$ 3,52 menjadi US$ 84,41, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun US$ 3,49 menjadi US$ 81,18 per barel.

Ketiga indeks utama di wall street ditutup lebih tinggi pada Jumat, dengan Dow naik 276,97 poin, atau sekitar 0,53%, menjadi 52.485,03. S&P 500 ditutup naik 0,7% di level 7.489,72, dan Nasdaq Composite melonjak 1% menjadi 25.373,85.

Dengan indeks-indeks utama yang menutup perdagangan Jumat di dekat rekor tertinggi, perhatian kini beralih pada apakah faktor-faktor pendorong reli tersebut dapat terus memicu kenaikan lebih lanjut.

Meskipun perusahaan-perusahaan teknologi raksasa sebagian besar mencatatkan kinerja keuangan yang sesuai harapan, para investor kini semakin enggan mengabaikan peningkatan belanja terkait kecerdasan buatan (AI) tanpa bukti yang lebih jelas mengenai pertumbuhan laba, menurut Chief Investment Officer, Verdence Capital Advisors Megan Horneman.

"Satu hal penting yang saya tangkap dari laporan keuangan perusahaan teknologi tersebut adalah bahwa investor tidak lagi bersedia untuk terus-menerus mengeluarkan dana tanpa adanya gambaran jelas mengenai dampak belanja modal (capex) tersebut terhadap perolehan laba," ujar Horneman kepada program "Fast Money" CNBC pada Jumat.

 

Menanti Laporan Keuangan AS

Pedagang bekerja di New York Stock Exchange, New York, 10 Agustus 2022. (AP Photo/Seth Wenig, file)

"Setelah laporan keuangan perusahaan teknologi besar berlalu, apa sebenarnya katalis yang akan mendorong pasar untuk terus naik? Kami tidak melihat adanya katalis tersebut akan ada lebih banyak risiko yang dihadapi saat kita memasuki Agustus dan paruh kedua tahun ini,” ia menambahkan.

Sementara itu, laporan keuangan yang akan dirilis minggu ini berasal dari perusahaan-perusahaan yang dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi ekonomi secara lebih luas. Laporan kinerja diharapkan datang dari McDonald’s, Kraft Heinz, Costco Wholesale, dan Walt Disney. Perusahaan teknologi, termasuk Palantir, serta raksasa semikonduktor seperti Advanced Micro Devices, juga dijadwalkan untuk merilis laporan mereka.

Investor juga akan mencermati serangkaian data pasar tenaga kerja minggu depan, yang puncaknya adalah laporan ketenagakerjaan bulanan pada Jumat yang sangat dinanti-nantikan. Ekonomi AS diperkirakan telah menambah 87.500 lapangan kerja sektor non-pertanian (nonfarm payrolls) pada Juli, meningkat dari 57.000 lapangan kerja pada bulan sebelumnya, menurut estimasi konsensus FactSet. Tingkat pengangguran juga diperkirakan sedikit meningkat, dari 4,2% menjadi 4,3%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya