Terobosan Menag agar Santri Tembus Kampus Top Dunia

Menag menilai banyak santri memiliki potensi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik di dalam maupun luar negeri.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 02 Agustus 2026, 13:39 WIB
Menteri Agama atau Menag Nasaruddin Umar. (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menggagas program pembinaan bagi santri dan mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) agar memiliki peluang lebih besar meraih beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Menurut Nasaruddin, banyak santri memiliki potensi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik di dalam maupun luar negeri. Namun, mereka perlu mendapatkan pendampingan agar mampu memenuhi persyaratan seleksi beasiswa.

"LPDP sangat dibutuhkan pesantren. Kita perlu proaktif membangun keberpihakan. Yang harus disiapkan adalah kemampuan bahasa Inggris, Tes Potensi Akademik (TPA), dan pendampingannya. Bagaimana membuat kemampuan TOEFL mereka meningkat, misalnya dalam enam bulan bisa mencapai target yang dibutuhkan," kata Nasaruddin, dikutip dari siaran pers, Minggu (2/8/2026).

Ia menjelaskan pembinaan akan difokuskan pada peningkatan kemampuan bahasa Inggris, Tes Potensi Akademik (TPA), serta pendampingan selama proses persiapan beasiswa.

Nasaruddin juga menegaskan program tersebut tidak akan dibatasi bagi alumni organisasi tertentu. Menurutnya, kesempatan harus diberikan kepada santri yang memiliki talenta dan potensi terbaik.

"Orientasi kita itu kepada talenta. Jangan hanya melihat organisasinya, tetapi bagaimana kita menyiapkan orang-orang terbaik. Kalau ekosistemnya dibangun dengan baik, saya yakin peluang mereka lolos LPDP akan semakin besar," ujarnya.

 

Kolaborasi Antaraktor

Untuk merealisasikan gagasan tersebut, Nasaruddin meminta jajarannya segera menyusun rancangan program. Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), guna mendukung penyediaan fasilitas, kurikulum, tenaga pendamping, hingga kebutuhan pelaksanaan program.

"Kita bisa mengajukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Baznas, untuk mendukung penyediaan tempat, kurikulum, tenaga pendamping, dan kebutuhan lain dalam pelaksanaan program," katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya