Trump Mendadak Batalkan Serangan Besar ke Iran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan telah membatalkan rencana serangan militer berskala besar terhadap Iran.

oleh Septian DenyDiterbitkan 02 Agustus 2026, 14:02 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Dok. AP/Mark Schiefelbein)

Liputan6.com, Washington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan telah membatalkan rencana serangan militer berskala besar terhadap Iran. Menurutnya, keputusan itu diambil setelah "kerangka kesepakatan" dengan Iran mulai disepakati.

Dikutip dari Al Jazeera, Minggu (2/8/2026), Trump mengumumkan keputusan tersebut melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Sabtu malam. Pengumuman itu disampaikan sehari setelah sejumlah media Amerika Serikat melaporkan bahwa Washington bersama Israel tengah mempersiapkan serangan terhadap infrastruktur energi Iran.

Dalam unggahannya, Trump mengatakan pembatalan serangan dilakukan setelah menerima permintaan dari Iran dan sejumlah negara di Timur Tengah agar Amerika Serikat menunda aksi militer karena kerangka kesepakatan telah disepakati.

Trump menyebut dirinya bersedia menunda serangan dengan syarat proses menuju kesepakatan itu segera diselesaikan.

Ia juga mengklaim bahwa kesepakatan tersebut akan membawa "pembukaan segera, sepenuhnya, dan total Selat Hormuz" serta mengakhiri apa yang disebutnya sebagai ancaman nuklir Iran.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Teheran terkait pernyataan Trump tersebut.

Sebelumnya pada Sabtu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi bahwa setiap serangan dari Amerika Serikat maupun Israel akan dibalas secara proporsional.

Situs berita Amerika Serikat Axios, mengutip sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, melaporkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menelepon Trump pada Sabtu. Dalam percakapan itu, ia disebut mendesak Trump membatalkan rencana serangan dan kembali menempuh jalur negosiasi.

Sehari sebelumnya, Trump sempat menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menyerang Iran dengan "sangat keras".

Di tengah meningkatnya ketegangan, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Sabtu mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga negaranya di 10 negara kawasan Timur Tengah. Pemerintah AS mengimbau mereka untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempertimbangkan meninggalkan wilayah tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya