Diduga Cabuli Murid, Guru di Sukabumi Digeruduk dan Diusir dari Kampung

Diduga Cabuli Murid Laki-Laki, Rumah Oknum Guru Ngaji di Sukabumi Dikepung Warga

oleh Fira SyahrinDiterbitkan 01 Agustus 2026, 20:56 WIB
Warga geruduk rumah guru di Sukabumi

Liputan6.com, Jakarta - Warga menggeruduk rumah seorang guru ngaji di Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Momen tersebut terekam kamera dan viral di sosial media. Warga tersulut emosi karena sang guru diduga mencabuli sejumlah murid laki-laki di bawah umur.

Dalam rekaman video berdurasi 1 menit 13 detik, puluhan warga berkerumun hingga ke teras rumah panggung berbahan kayu tersebut. Massa mengamankan terduga pelaku.

"Mengingat kejadian kemarin, saya selaku Pemdes Desa Cihaur memang tidak menerima laporan (resmi) dari masyarakat, para tokoh, maupun pihak korban," dalih Kepala Desa Cihaur, Asep, Sabtu (1/8/2026).

Asep menjelaskan bahwa kepala dusun setempat sudah mengarahkan keluarga korban untuk melapor ke kepolisian. Namun, pihak keluarga sempat menahan diri karena ingin menyelesaikan persoalan ini secara internal.

"Menurut informasi, dari pihak korban jangan dulu laporan karena mau diselesaikan secara kekeluargaan," terang Asep.

Melalui musyawarah tingkat desa, warga beserta keluarga korban akhirnya menyepakati sanksi sosial bagi terduga pelaku.

"Musyawarah demi musyawarah ternyata melahirkan satu keputusan dari warga masyarakat, termasuk pihak korban, yaitu mengusir si pelaku dari Desa Cihaur," tegasnya.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana mengatakan bahwa pihaknya kini tengah mendalami kebenaran isu tersebut.

"Iya betul, kami sudah mendapatkan informasi itu. Anggota kita juga sudah ke sana untuk mengecek kebenaran informasi yang beredar di media sosial tersebut," kata Dudi.

Polisi melacak keberadaan korban dan mengumpulkan bukti pendukung, mengingat belum ada laporan resmi yang masuk.

"Saat ini kami masih menelusuri ya, karena yang katanya korban juga belum kita temukan laporan soal itu (pencabulan) juga tidak ada, masih kita cek lagi," pungkas Dudi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya