Emiten CNMA Kantongi Pendapatan Rp 2,6 Triliun hingga Juni 2026

Kontribusi pendapatan PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) ditopang penjualan tiket sekitar 60,2% dari total pendapatan.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 01 Agustus 2026, 12:03 WIB
Cinema XXI di Plaza Senayan yang dikelola jejaring bioskop PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA). (Foto: PT Nusantara Sejahteraya Raya Tbk)

Liputan6.com, Jakarta - PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk atau Cinema XXI (CNMA) meraup pendapatan Rp 2,6 triliun hingga semester I 2026. Pendapatan tersebut turun 8,59% dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,87 triliun.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (1/8/2026), penurunan pendapatan ini menekan laba bersih perseroan hingga semester I 2026. Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk susut 40,02% menjadi Rp 173,05 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 288,55 miliar. Sementara itu, earning before interest, tax, depreciation and amortization (EBITDA) Perseroan tercatat Rp 708,2 miliar.

Kinerja Perseroan menunjukkan pemulihan pada kuartal II 2026 dibandingkan kuartal I 2026. Total pendapatan meningkat sekitar 40% dari Rp 1,1 triliun pada kuartal I menjadi Rp 1,5 triliun pada kuartal II 2026. Peningkatan tersebut didorong oleh meningkatnya jumlah penonton dari sekitar 15,5 juta di kuartal I 2026 menjadi sekitar 21,9 juta pada  kuartal II 2026, seiring dengan penambahan layar sejak awal tahun hingga saat ini serta beragam film baru.

Kondisi ini mendorong pendapatan penjualan tiket bioskop meningkat 38% dari Rp 665,3 miliar menjadi Rp 919,4 miliar. Sementara itu, pendapatan penjualan makanan dan minuman tumbuh 48% dari R p357,6 miliar pada kuartal I menjadi Rp 528,8 miliar pada kuartal II 2026.

Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman menuturkan, capaian Perseroan pada semester pertama tahun 2026 mencerminkan konsistensi pelaksanaan strategi bisnis dan disiplin operasional Cinema XXI. Perseroan berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman menonton terbaik melalui layanan berkualitas dan inovasi yang relevan.

“Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat fundamental bisnis, mengoptimalkan berbagai potensi lini pendapatan (revenue stream), serta memperluas jangkauan layanan demi memberikan nilai tambah bagi pelanggan, mitra, dan Perseroan secara berkelanjutan,” ujar dia dikutip dari keterangan resmi, Sabtu pekan ini.

 

Kontribusi Pendapatan

Saat film Indonesia terus mengukir rekor box office anyar, jaringan bioskop Cinema XXI kini berekspansi ke Kepulauan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Dok. Istimewa)

Kontribusi pendapatan Cinema XXI pada semester pertama 2026 ditopang oleh penjualan tiket bioskop sebesar Rp 1,6 triliun atau sekitar 60,2% dari total pendapatan, penjualan makanan dan minuman sebesar Rp 886,3 miliar atau sekitar 33,7% dari total pendapatan. Pendapatan lainnya yang berasal dari iklan, platform digital, dan penyelenggaraan acara berkontribusi sebesar 6,1% dari total pendapatan, atau sebesar Rp 160,2 miliar.

Melalui ekspansi yang selektif ke wilayah-wilayah potensial, Perseroan telah membuka 2 lokasi baru dengan total tambahan 7 layar, yakni Ciplaz Cipanas XXI dan 23 Semarang XXI pada semester I 2026. Dengan demikian, hingga 30 Juni 2026 Perseroan telah mengoperasikan 269 bioskop dengan total 1.395 layar yang tersebar di 55 kota dan 30 kabupaten di seluruh Indonesia.

Semester I 2026 menunjukkan tren positif bagi industri perfilman nasional. Pada semester pertama 2026, film nasional mendominasi lebih dari 65% dari total penonton di Cinema XXI, mencerminkan apresiasi masyarakat terhadap karya sineas Indonesia.

Sebanyak 17 film, baik nasional maupun internasional yang tayang perdana pada periode Januari–Juni 2026 berhasil meraih lebih dari 1 juta penonton di seluruh jaringan bioskop Indonesia. Jumlah ini lebih banyak jika dibandingkan periode yang sama pada 2025, di mana film yang meraih lebih dari 1 juta penonton sebanyak 15 film.

"Kami mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap pilihan film yang semakin beragam. Capaian ini menunjukkan bahwa film nasional dan film internasional diapresiasi oleh penonton. Hal ini memotivasi Cinema XXI untuk terus menghadirkan pengalaman menonton terbaik melalui layanan yang prima, fasilitas yang nyaman, serta teknologi audiovisual berstandar internasional," ujar Suryo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya