Harga Bitcoin Turun, Strategy Catat Rugi US$ 8,22 Miliar

Strategy mencatat rugi bersih US$ 8,22 miliar pada kuartal II 2026 akibat perubahan nilai wajar kepemilikan Bitcoin.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 31 Juli 2026, 15:05 WIB
Ilustrasi aset kripto Bitcoin. Kepemilikan Bitcoin Strategy terus bertambah meskipun perusahaan membukukan kerugian besar. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Strategy mencatat rugi bersih US$ 8,22 miliar pada kuartal II 2026. Kerugian tersebut terutama dipicu perubahan nilai wajar yang belum direalisasikan dari kepemilikan Bitcoin perusahaan seiring penurunan harga aset kripto tersebut.

Mengutip CoinMarketCap, Jumat (31/7/2026), kerugian itu berbanding terbalik dengan kinerja pada periode yang sama tahun sebelumnya. Strategy membukukan laba bersih US$ 10,02 miliar pada kuartal II 2025. Perubahan kinerja tersebut mencerminkan pergerakan nilai kepemilikan aset digital perusahaan.

Kerugian operasional Strategy mencapai US$ 8,33 miliar pada kuartal II 2026, dibandingkan laba operasional US$ 14,03 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Angka tersebut mencakup kerugian yang belum direalisasikan dari aset digital sebesar US$ 8,32 miliar. Sebaliknya, pada kuartal II 2025, perusahaan mencatat keuntungan belum direalisasikan dari aset digital sebesar US$ 14,05 miliar.

Strategy juga mencatat rugi bersih per saham biasa terdilusi sebesar US$ 24,45 pada kuartal tersebut. Pada periode yang sama 2025, perusahaan masih membukukan laba bersih US$ 32,60 per saham terdilusi.

Setelah memperhitungkan dividen saham preferen, rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa mencapai US$ 8,62 miliar.

CEO Strategy Phong Le mengatakan perusahaan tetap memperkuat neraca keuangan di tengah kondisi pasar yang menantang.

Strategy memperkuat neracanya "sambil menghadapi penurunan harga Bitcoin yang signifikan," ujar Le.

Ia menyoroti peningkatan kepemilikan Bitcoin, penurunan utang konversi, serta kenaikan Bitcoin Per Share (BPS) sebagai sejumlah pencapaian penting perusahaan selama periode tersebut.

 

 

Kepemilikan Bitcoin Strategy Tembus 843.775 BTC

Ilustrasi Bitcoin. Kepemilikan Bitcoin Strategy terus bertambah meskipun perusahaan membukukan kerugian besar. (iStockPhoto)

Kepemilikan Bitcoin Strategy terus bertambah meskipun perusahaan membukukan kerugian besar. Hingga 26 Juli 2026, Strategy memiliki sekitar 843.775 BTC, meningkat 11% secara kuartalan dan 25% sejak awal tahun.

Rata-rata harga perolehan Bitcoin perusahaan berada di sekitar US$ 75.476 per BTC. Sementara berdasarkan harga Bitcoin pada 27 Juli 2026, nilai pasar seluruh kepemilikan tersebut mencapai sekitar US$ 54,77 miliar.

Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$ 65.028 pada 30 Juli 2026. Harga itu berada di bawah rata-rata harga pembelian Bitcoin Strategy. Selisih tersebut turut mendorong kerugian belum direalisasikan yang dicatat perusahaan pada kuartal II 2026.

Meski demikian, Strategy membukukan BTC Yield sebesar 4,5% sejak awal 2026. Perusahaan juga melaporkan BTC Dollar Gain sebesar US$ 1,95 miliar secara year to date berdasarkan harga pasar saat ini.

Dari sisi bisnis, total pendapatan Strategy mencapai US$ 122,4 juta pada kuartal II 2026, meningkat 6,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba kotor tercatat US$ 81,6 juta dengan margin laba kotor 66,6%.

Chief Financial Officer Strategy Andrew Kang mengatakan cadangan dolar AS perusahaan kini mencapai US$ 3,75 miliar. Jumlah tersebut dapat menutup kewajiban pembayaran dividen dan bunga "lebih dari 2,1 tahun."

Kang menambahkan, Strategy telah membangun "rekam jejak pembayaran dividen selama 18 bulan berturut-turut, tanpa pernah melewatkan pembayaran dividen meskipun harga Bitcoin baru-baru ini mengalami penurunan tajam."

 

Strategy Pangkas Utang dan Galang Modal

Selain menambah kepemilikan Bitcoin, Strategy memangkas utang konversinya menjadi US$ 6,71 miliar dari US$ 8,21 miliar pada akhir kuartal sebelumnya.

Pada Mei 2026, Strategy membeli kembali surat utang jatuh tempo 2029 dengan nilai pokok US$ 1,50 miliar. Transaksi tersebut menelan biaya sekitar US$ 1,38 miliar atau dengan diskon 8% terhadap nilai nominal.

Strategy juga menghimpun dana US$ 17,06 miliar melalui program penawaran saham at-the-market (ATM) sejak awal 2026. Penerbitan STRC menyumbang US$ 7,53 miliar dari jumlah tersebut. Sementara kas dan setara kas perusahaan tercatat US$ 1,71 miliar per 30 Juni 2026.

Founder sekaligus Executive Chairman Strategy Michael Saylor menyinggung kondisi pasar yang tengah dihadapi perusahaan. Ia menggambarkannya sebagai "fase ketika sentimen terhadap Bitcoin meredup dan skeptisisme pasar meningkat."

Saylor mengatakan Strategy terus "mengembangkan model bisnis kami dan membangun Digital Credit sebagai kelas aset baru."

Strategy juga masih memiliki izin dari dewan direksi untuk menjual Bitcoin melalui BTC Monetization Program. Sejak awal 2026, perusahaan telah menjual Bitcoin senilai sekitar US$ 218,4 juta untuk mendanai pembayaran dividen saham preferen.

Di sisi lain, program pembelian kembali saham MSTR senilai US$ 1 miliar belum mencatat transaksi hingga periode pelaporan tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya