Liputan6.com, Jakarta - CEO Coinbase Brian Armstrong mendesak anggota parlemen Amerika Serikat (AS) untuk segera mengesahkan Clarity Act. Ia menilai kepastian aturan bagi industri kripto AS semakin dekat sehingga proses legislasi tersebut perlu segera dituntaskan.
Dikutip dari CoinMarketCap, Kamis (30/7/2026), Armstrong menyampaikan desakan tersebut melalui unggahan di platform X. Ia mendorong agar pembahasan rancangan undang-undang mengenai struktur pasar kripto itu terus dilanjutkan dan tidak terhenti menjelang tahap akhir.
Advertisement
Armstrong selama ini menjadi salah satu tokoh industri yang vokal menyuarakan pentingnya kepastian regulasi kripto di AS. Dorongan tersebut juga berkaitan erat dengan lingkungan bisnis Coinbase sebagai salah satu bursa kripto terbesar yang berbasis di AS.
Urgensi yang disampaikan Armstrong tidak terlepas dari kalender legislasi. Waktu untuk mendorong Clarity Act semakin terbatas menjelang masa reses Senat AS pada Agustus.
Kondisi tersebut membuat penyelesaian pembahasan regulasi menjadi semakin mendesak. Armstrong mendorong anggota parlemen untuk memanfaatkan momentum yang ada guna membawa rancangan aturan tersebut melewati tahap akhir.
Bagi industri kripto, keberhasilan Clarity Act dapat menjadi langkah penting untuk mengurangi ketidakpastian regulasi yang selama ini menjadi salah satu persoalan utama perusahaan aset digital di AS.
Apa yang Diatur Clarity Act?
Clarity Act merupakan rancangan undang-undang struktur pasar yang bertujuan memberikan aturan lebih jelas mengenai pengawasan aset kripto di AS.
Naskah terbaru rancangan tersebut telah dirilis Senator AS Cynthia Lummis. Salah satu tujuan utama regulasi ini adalah mengurangi ketidakpastian yang selama ini membayangi perusahaan kripto di Negeri Paman Sam.
Bagi bursa kripto seperti Coinbase, kepastian aturan dapat memberikan kejelasan mengenai bagaimana suatu token diklasifikasikan dan regulator mana yang memiliki kewenangan untuk mengawasinya.
Keterlibatan langsung Armstrong menunjukkan persoalan regulasi memiliki kepentingan strategis bagi Coinbase, bukan sekadar bagian dari kampanye industri.
Coinbase selama ini menempatkan kepatuhan terhadap regulasi sebagai bagian penting dari strategi bisnisnya. Perusahaan juga memperluas operasinya ke berbagai pasar dengan menyesuaikan diri terhadap kerangka regulasi yang berlaku.
Bagi investor, dampak utama dari aturan yang lebih jelas adalah meningkatnya kepastian. Regulasi yang tegas dapat mengurangi ambiguitas mengenai perlakuan terhadap token dan platform kripto yang beroperasi di pasar AS.
Kepastian tersebut penting bagi investor ritel maupun institusi yang selama ini menghadapi perubahan dan ketidakjelasan mengenai status regulasi berbagai aset digital.
Mengapa Clarity Act Penting bagi Coinbase?
Dorongan langsung dari CEO Coinbase menunjukkan hasil pembahasan Clarity Act memiliki bobot besar terhadap bisnis perusahaan dan industri kripto AS secara lebih luas.
Ketidakpastian regulasi telah lama menjadi tantangan bagi perusahaan kripto yang beroperasi di AS. Perbedaan pandangan mengenai klasifikasi aset digital dan kewenangan regulator dapat memengaruhi produk yang dapat ditawarkan hingga cara perusahaan menjalankan bisnisnya.
Armstrong melihat peluang untuk mengatasi persoalan tersebut melalui pembentukan aturan yang lebih jelas. Pandangannya bahwa kepastian regulasi sudah semakin dekat menunjukkan adanya momentum yang dinilai perlu dimanfaatkan oleh industri dan pembuat kebijakan.
Bagi Coinbase, kepastian regulasi dapat membantu perusahaan menentukan strategi bisnis dan pengembangan produk di pasar AS. Hal ini menjadi semakin penting ketika perusahaan memperluas layanan bagi investor ritel maupun institusi.
Dorongan Armstrong terhadap kebijakan kripto AS juga sejalan dengan sikap publiknya mengenai prospek industri aset digital. Ia sebelumnya menyampaikan pandangan optimistis terhadap Bitcoin dan perkembangan penggunaan kripto.
Kini perhatian tertuju pada apakah Clarity Act dapat melanjutkan proses legislasi atau justru tertahan menjelang masa reses Senat pada Agustus.