Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memaparkan tiga fokus utama BGN pada pekan ini, salah satunya terkait penanganan kasus dugaan korupsi.
Hal tersebut disampaikan Sudaryono dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Tingkat Menteri Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan, Rabu, 29 Juli 2026.
Advertisement
Rakortas tersebut dipimpin langsung oleh Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan dihadiri jajaran menteri terkait. Di antaranya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji, serta Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq.
"Yang pertama adalah kita mengakui adanya tindakan pelanggaran dan tindakan koruptif, yang saat ini sedang ditangani oleh penegak hukum, oleh Kejaksaan," ujar Sudaryono, Rabu, 29 Juli 2026.
Ia menegaskan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus dugaan korupsi di lingkungan BGN kepada aparat penegak hukum.
"Kami menyerahkan sepenuhnya penegakan hukum tersebut dan memberikan akses seluas-luasnya. Apabila diperlukan bantuan data maupun hal lainnya oleh penegak hukum, kami akan berikan," kata Sudaryono.
Artikel Sudaryono Beberkan Tiga Fokus Utama BGN menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com?
Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Kamis, (30/7/2026):
1. Sudaryono Beberkan Tiga Fokus Utama BGN
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memaparkan tiga fokus utama BGN pada pekan ini, salah satunya terkait penanganan kasus dugaan korupsi.
Hal tersebut disampaikan Sudaryono dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Tingkat Menteri Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan, Rabu, 29 Juli 2026.
Rakortas tersebut dipimpin langsung oleh Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan dihadiri jajaran menteri terkait. Di antaranya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji, serta Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq.
"Yang pertama adalah kita mengakui adanya tindakan pelanggaran dan tindakan koruptif, yang saat ini sedang ditangani oleh penegak hukum, oleh Kejaksaan," ujar Sudaryono, Rabu, 29 Juli 2026.
2. Ekonom UGM Ungkap Syarat Lain Calon Gubernur BI Baru
Pengganti Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai harus memenuhi syarat yang tidak ringan. Selain memiliki kapasitas akademik dan pengalaman di bidang ekonomi serta moneter, calon Gubernur BI juga dinilai perlu memiliki akses politik agar mampu menjalankan tugasnya secara efektif.
Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) John Eddy Junarsin menegaskan jabatan Gubernur BI tidak hanya membutuhkan kompetensi teknis dan akademik. Menurut dia, kemampuan membangun komunikasi serta dukungan politik juga menjadi faktor penting dalam memimpin bank sentral.
“Untuk nama secara spesifik saya kira banyak sekali. Memang untuk posisi seperti Gubernur BI, butuh seorang economist atau financial economist yang memiliki akses politik juga,” kata John kepada Liputan6.com, Rabu (29/7/2026).
Ia mengatakan sosok pengganti Perry idealnya merupakan ekonom atau ekonom keuangan yang telah menyelesaikan pendidikan doktor. Menurut dia, kualifikasi tersebut penting untuk menjaga kredibilitas BI sebagai otoritas moneter.
“Perlu ada pengganti Perry di Dewan Gubernur yang mumpuni. Sebaiknya seorang economist atau financial economist yang sudah menyelesaikan doktor,” ujar John.
Ia menilai Indonesia memiliki banyak kandidat yang memenuhi kriteria tersebut. Potensi calon tidak hanya berasal dari internal Bank Indonesia, tetapi juga dari Kementerian Keuangan, perguruan tinggi, hingga Badan Supervisi BI.
3. Harga Emas Hari Ini Anjlok 1% Terseret Penguatan Dolar AS
Harga emas turun pada Selasa, 28 Juli 2026. Koreksi harga emas dunia terjadi seiring dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat, dan bertahan di dekat level tertinggi dalam satu bulan. Sementara itu, investor menantikan keputusan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) AS pekan ini serta komentar dari ketua the Fed Kevin Warsh untuk mendapatkan sinyal mengenai prospek kebijakan.
Mengutip CNBC, Rabu, (29/7/2026), harga emas spot turun 1,1% menjadi US4 4.032,42 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 1,1% menjadi US$ 4.032,40.
Dolar AS stabil di dekat level tertinggi satu bulan pada hari Selasa, membuat emas yang dihargai dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar negeri.
"Harga energi yang tinggi tetap menjadi kekhawatiran inflasi bagi para anggota The Fed, dan kecenderungan kebijakan yang lebih ketat (hawkish) dari The Fed telah mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga serta nilai dolar AS, sehingga memberikan tekanan pada pasar emas," tutur Direktur High Ridge Futures, David Meger.
Harga emas telah turun sekitar 24% sejak perang AS-Israel dengan Iran dimulai pada akhir Februari, tertekan oleh ekspektasi bahwa inflasi akibat perang dapat mempertahankan suku bunga tetap tinggi dalam waktu yang lebih lama.
Emas meski dipandang sebagai lindung nilai jangka panjang terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi biasanya juga memberikan tekanan pada logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil ini.
Berita selengkapnya baca di sini