Liputan6.com, Jakarta - Keberadaan bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Tuban mendadak menjadi sorotan publik. Pasalnya, gerai koperasi tersebut berdiri di kawasan perbukitan kapur yang dikenal sebagai salah satu titik tertinggi di Bumi Ronggolawe yang lokasinya jauh dari keramaian.
Bangunan koperasi itu berada di bawah puncak Rengit, tepatnya di Desa Ngrejeng, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban. Lokasi tersebut diketahui merupakan kawasan bekas galian tambang yang telah diratakan.
Advertisement
Saat ini, Rabu (29/7/2026), keberadaan KDMP tersebut viral setelah adanya masyarakat yang mengunggah kondisi bangunan melalui media sosial. Salah satunya akun Sukorame LMg yang membagikan video kondisi koperasi tersebut.
Dalam video itu, perekam menyebut dirinya sedang berada di Desa Ngrejeng, Kecamatan Grabagan, yang disebut sebagai salah satu desa dengan wilayah tertinggi di Kabupaten Tuban.
"Untuk saat ini saya berada di Kabupaten Tuban dan berada di desa tertinggi yang ada di Kabupaten Tuban yaitu berada di Desa Ngrejeng, Kecamatan Grabagan," ujar suara dalam video tersebut.
Dia kemudian menunjukkan keberadaan bangunan KDMP yang berada tepat di bawah puncak Rengit. "Jadi ini merupakan koperasi merah putih yang ada di Kabupaten Tuban," tambahnya.
Dalam tayangan tersebut, bangunan koperasi yang masih belum beroperasi tampak berdiri di pinggir jalan. Namun, lokasi tersebut terlihat cukup jauh dari kawasan permukiman dan aktivitas masyarakat.
Di sekitar bangunan, terlihat hamparan lahan kering perbukitan karst yang menjadi ciri khas kawasan desa tersebut. Meski berada di tepi jalan kabupaten, kawasan itu tampak masih minim aktivitas kendaraan.
"Lalu kenapa bangunan ini dibuat mencil seperti ini karena mungkin setelah dipilih lokasi yang baik, di sini," ungkap suara dalam video tersebut.
Penjelasan Pemdes
Sekretaris Desa (Sekdes) Ngrejeng, Kecamatan Grabagan, Mohammad Arifin membenarkan keberadaan bangunan KDMP tersebut berada di kawasan bekas tambang.
"Berada di bekas galian tambang yang sudah diratakan," jelasnya.
Menurutnya, pemilihan lokasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi aset lahan milik pemerintah desa. Selain itu, kawasan tersebut dinilai memiliki pemandangan yang bagus dan strategis untuk mendukung keberadaan koperasi.
"Lokasinya juga mudah dijangkau karena berada di tepi jalur jalan poros kabupaten," katanya.
Dia juga memastikan lokasi tersebut tidak terlalu jauh dari permukiman warga sehingga tetap mudah diakses masyarakat.
Lebih lanjut, Arifin menjelaskan bangunan KDMP tersebut hingga kini belum sepenuhnya selesai dan belum mulai beroperasi. Masih terdapat sejumlah fasilitas yang perlu dilengkapi sebelum digunakan.
"Belum rampung, masih ada beberapa kekurangan seperti sebagian plafon bagian depan, pintu kaca, dan fasilitas lainnya," pungkasnya.