Gempa M 7,1 di Jepang, Kyushu Railway Hentikan Seluruh Layanan Kereta

Gempa ini terjadi lebih dari 10 tahun setelah dua gempa terpisah mengguncang Kota Kumamoto pada April 2016.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 28 Juli 2026, 15:59 WIB
Ilustrasi Gempa (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Liputan6.com, Tokyo - Kyushu Railway Company menghentikan sementara seluruh layanan keretanya, termasuk Kyushu Shinkansen, setelah gempa magnitudo 7,1 mengguncang wilayah Kyushu, Jepang, pada Selasa (28/7/2026).

Laporan NHK menyebutkan bahwa gempa terjadi pada pukul 16.27 waktu setempat dan berpusat di Prefektur Kumamoto. Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah tersebut.

Guncangan mencapai level 7 dalam skala intensitas seismik Jepang, tingkat tertinggi dalam skala tersebut. Gempa terakhir dengan intensitas yang sama terjadi di Semenanjung Noto pada Tahun Baru 2024.

Pemadam kebakaran yang membawahi Kota Uki dan wilayah sekitarnya menerima banyak panggilan setelah gempa.

Petugas sedang memeriksa kondisi di lapangan. Kepolisian Prefektur Kumamoto juga terus mengumpulkan informasi mengenai kerusakan.

Kyushu Electric Power menyatakan tidak menemukan gangguan di PLTN Genkai di Prefektur Saga dan PLTN Sendai di Prefektur Kagoshima hingga Selasa pukul 17.00.

Tingkat radiasi di sekitar kedua pembangkit juga tidak berubah.

JMA mencatat gerakan tanah berperiode panjang yang dapat menggoyang gedung tinggi.

Di wilayah Kumamoto, guncangan mencapai Kelas 4. Pada tingkat ini, seseorang dapat kesulitan bergerak dan harus merangkak.

Guncangan Kelas 3 juga dirasakan di Amakusa dan Ashikita, Prefektur Kumamoto. Guncangan pada tingkat tersebut dapat membuat orang kesulitan berdiri dan merobohkan perabotan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya