Liputan6.com, Tokyo - Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang bagian selatan, pada Selasa (28/7/2026) sore.
Badan Meteorologi Jepang kemudian mengeluarkan peringatan tsunami.
Advertisement
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi meminta warga menjauhi kawasan pantai karena gelombang tsunami setinggi hingga 1 meter diperkirakan dapat menerjang wilayah tersebut. Imbauan itu disampaikan Takaichi melalui unggahan di platform X.
Ia mengatakan pemerintah telah membentuk satuan tugas untuk menghimpun informasi, menilai kemungkinan kerusakan, serta menyiapkan operasi penyelamatan apabila diperlukan.
"Kami menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama," kata Takaichi.
Ia juga mengingatkan warga di wilayah yang merasakan guncangan kuat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan berkekuatan besar.
Otoritas Regulasi Nuklir Jepang menyatakan tidak menemukan kelainan di tiga pembangkit listrik tenaga nuklir yang berada di sekitar wilayah gempa.
Kumamoto pernah dilanda gempa mematikan pada 2016. Bencana tersebut menewaskan lebih dari 50 orang, melukai sekitar 1.800 orang, serta merusak atau menghancurkan puluhan ribu rumah.