Perdana Menteri (PM) China Li Keqiang mengumumkan pemerintahnya akan menggulirkan dana 10 miliar yuan atau Rp 19,93 triliun (kurs: 1992,8 per yuan) untuk mengurangi polusi di kota-kota besar.
Seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (13/2/2014), dana tersebut akan membantu upaya pemangkasan penggunaan bahan bakar minyak dan mengendalikan konsumsi batu bara yang merupakan sumber energi terbesar di China. Meski demikian rincian alokasi dana tersebut masih belum diumumkan secara resmi.
Pencemaran lingkungan akibat industrialisasi memang telah menjadi salah satu fokus pemerintah belakangan ini. Maklum, menurut Bank Dunia, China memiliki 16 dari 20 kota paling tercemar di permukaan bumi.
Pemerintah China juga akan mengumumkan subsidi, perubahan nilai pajak, standar efisiensi energi dan pengendalian polusi yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan.
Parlemen China menjanjikan penghargaan bagi para pemimpin yang mampu meningkatkan efisiensi energi dan pengurangan emisi sekaligus meningkatkan penggunaan batu bara yang ramah lingkungan.
Pemerintah juga akan mengetatkan kebijakan subsidi untuk pembelian kendaraan menggunakan energi yang terbarukan. Seluruh penduduk China harus bergerak cepat mengatasinya mengingat pencemaran udara tak hanya mengganggu kesehatan tapi juga stabilitas ekonomi negara.
Laporan penelitian Greenpeace dan School of Public Health Peking University, pencemaran udara dapat menyebabkan 8.572 kasus kematian prematur di Beijing, Shanghai, Guangzhou dan Xi'an. Secara ekonomi, Negeri Tirai Bambu itu berpotensi menanggung rugi hingga US$ 1,08 miliar. (Sis/Nrm)
*Bagi Anda yang ingin mengetahui hasil ujian CPNS Honorer K2 2013 silakan klik di cpns.liputan6.com
Seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (13/2/2014), dana tersebut akan membantu upaya pemangkasan penggunaan bahan bakar minyak dan mengendalikan konsumsi batu bara yang merupakan sumber energi terbesar di China. Meski demikian rincian alokasi dana tersebut masih belum diumumkan secara resmi.
Pencemaran lingkungan akibat industrialisasi memang telah menjadi salah satu fokus pemerintah belakangan ini. Maklum, menurut Bank Dunia, China memiliki 16 dari 20 kota paling tercemar di permukaan bumi.
Pemerintah China juga akan mengumumkan subsidi, perubahan nilai pajak, standar efisiensi energi dan pengendalian polusi yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan.
Parlemen China menjanjikan penghargaan bagi para pemimpin yang mampu meningkatkan efisiensi energi dan pengurangan emisi sekaligus meningkatkan penggunaan batu bara yang ramah lingkungan.
Pemerintah juga akan mengetatkan kebijakan subsidi untuk pembelian kendaraan menggunakan energi yang terbarukan. Seluruh penduduk China harus bergerak cepat mengatasinya mengingat pencemaran udara tak hanya mengganggu kesehatan tapi juga stabilitas ekonomi negara.
Laporan penelitian Greenpeace dan School of Public Health Peking University, pencemaran udara dapat menyebabkan 8.572 kasus kematian prematur di Beijing, Shanghai, Guangzhou dan Xi'an. Secara ekonomi, Negeri Tirai Bambu itu berpotensi menanggung rugi hingga US$ 1,08 miliar. (Sis/Nrm)
*Bagi Anda yang ingin mengetahui hasil ujian CPNS Honorer K2 2013 silakan klik di cpns.liputan6.com