Bukan Supermarket, Koperasi Desa Merah Putih Punya 2 Peran Ini

Menko Bidang Zulkifi Hasan memaparkan peran Koperasi Desa Merah Putih yang berbeda dengan supermarket.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 28 Juli 2026, 14:30 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat konferensi pers di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Selasa (28/7/2026). (Foto: Liputan6.com/Devira P)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) pada Selasa, (28/7/2026) menggelar Rapat Koordinasi soal Koperasi Desa Koperasi Merah Putih (KDKMP) dengan sejumlah badan/kementerian/lembaga  terkait. Dalam kesempatan itu, Zulhas menegaskan peran KDKMP bukanlah seperti supermarket, sehingga tidak akan bersaing.

“Selalu kami jelaskan bahwa koperasi ini bukan supermarket. Koperasi ini adalah infrastruktur pemerintah untuk nanti menyalurkan barang-barang subsidi dan barang-barang bantuan pemerintah,” ujar Zulhas usai rapat tertutup dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Selasa (28/7/2026).

Kemudian, lanjut dia, pemerintah juga bisa berfungsi sebagai off taker, terutama pada produk pertanian.

"Kedua juga bisa berfungsi sebagai off-taker, ya, off-taker terutama produk-produk pertanian yang menjadi prioritas pemerintah seperti beras, pembelian gabah, kalau di daerah itu gabahnya ditentukan pemerintah Rp 6.500, ternyata harganya tengkulak membeli Rp 5.000, maka koperasi bisa membeli dengan Rp 6.500 kerjasama dengan Bulog,” ucap Zulhas.

Menurut dia, apabila nanti saat koperasinya berjalan dengan baik, maka bisa dikembangkan lagi.

“Kalau koperasinya sudah bagus, di desa itu ada potensi berbagai hal, bisa saja koperasi mengembangkan ada desa wisata, ada desa tematik, ada macam-macam. Tetapi yang paling mendasar tadi infrastruktur dan sebagai off-taker,” jelas Zulhas.

Potong Rantai Pasok

Senada, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, fungsi utama koperasi adalah memotong rantai pasok agar tidak menjadi terlalu panjang.

“Koperasi sebenarnya kalau sektor pertanian ini adalah fungsi utamanya memotong supply chain, rantai pasok. Misal dari 8 menjadi 3. Jadi dari 8 rangkaian menjadi 3. 3 itu dari petani ke koperasi, koperasi ke masyarakat,” ucap Amran.

Dia bahkan mengaku pihaknya pernah menghitung pemotongan rantai pasok dan banyak sekali keuntungan jika benar bisa berhasil.

“Kami pernah hitung 9 komoditas itu nilainya untuk middleman dia dapatkan keuntungan Rp 313 triliun. Katakanlah koperasi dapat Rp 50 triliun saja, artinya Rp 263 triliun itu bisa dinikmati petani, harga komoditas bisa naik, kemudian konsumen yang daya belinya naik. Konsumen yang biasanya beli 1 kilogram bisa menjadi 1,5 kilogram,” jelas Andi Amran.

 

 

Reporter: Devira P

Prabowo Sebut Koperasi Desa Merah Putih akan Ciptakan Perputaran Uang Rp 223 Triliun

Presiden Prabowo Subianto pidato sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). (Tangkapan layar video sekretariat kabinet).

Sebelumnya,  Presiden Prabowo Subianto menyebut program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menciptakan perputaran uang sebesar Rp 223 triliun per tahun di desa-desa sekaligus memperkuat perekonomian rakyat. KDKMP juga akan menjadi pusat penyaluran barang-barang subsidi agar lebih tepat sasaran.

“Kita proyeksikan KDKMP bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat sebesar Rp 223 triliun tiap tahun akan beredar di desa-desa. Tidak keluar, akan beredar di desa-desa,” kata Prabowo dalam pidatonya memperingati Hari Koperasi Nasional ke-79 yang digelar di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Presiden menegaskan bahwa KDKMP akan menjadi pusat layanan ekonomi desa, termasuk sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang subsidi yang telah ditetapkan pemerintah.

 

Penyaluran Subsidi Lebih Tepat Sasaran

Presiden Prabowo Subianto memimpin sidang kabinet paripurna. (istimewa)

Melalui mekanisme tersebut, pemerintah menargetkan penyaluran subsidi menjadi lebih tepat sasaran sekaligus menutup celah penyelewengan, termasuk penyelundupan barang subsidi ke luar negeri. “Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Harus! saya katakan ini harus,” tegas Prabowo.

Program KDKMP yang dicanangkan pemerintahan Presiden Praboowo bertujuan membangun ekosistem koperasi modern berbasis digital di tingkat desa. Program ini difokuskan untuk memperkuat perekonomian desa melalui ketahanan pangan, layanan simpan pinjam, serta layanan kesehatan.

Prabowo menjelaskan KDKMP akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Selain memiliki kantor koperasi, KDKMP juga akan dilengkapi toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa yang menyediakan obat-obatan dengan harga terjangkau, gudang, serta gudang pendingin untuk membantu petani dan nelayan menyimpan hasil panen maupun hasil tangkapan.

 

Memutus Tengkulak

KDKMP juga dirancang untuk memutus rantai tengkulak melalui sistem pembelian siaga (offtaker), sehingga koperasi siap membeli hasil panen petani dan tangkapan nelayan dengan harga yang adil dan stabil.

Skema ini diharapkan dapat melindungi petani dan nelayan dari anjloknya harga akibat permainan pasar. “Nanti akan ada pendapatan produsen yang juga meningkat sebesar Rp202 triliun di petani, peternak, dan nelayan,” imbuhnya.

Presiden pun turut mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan program KDKMP yang akan segera dihadirkan di seluruh desa di Indonesia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya