Liputan6.com, Jakarta - Senat Amerika Serikat (AS) menunda pembahasan Crypto Clarity Act, rancangan undang-undang (RUU) mengenai struktur pasar aset digital yang selama ini menjadi perhatian industri kripto. Penundaan terjadi ketika sejumlah senator Demokrat masih menentang isi rancangan saat ini, meski bukan berarti menolak keseluruhan legislasi tersebut.
Dikutip dari CoinMarketCap, Selasa (28/7/2026), Komite Perbankan Senat AS sebelumnya menjadwalkan sidang eksekutif untuk melanjutkan pembahasan regulasi struktur pasar kripto. Tahapan ini merupakan proses ketika komite membahas, mengubah, dan memberikan suara terhadap suatu RUU sebelum dapat dibawa ke tingkat Senat secara lebih luas.
Advertisement
Namun, penundaan membuat pembahasan Crypto Clarity Act untuk sementara terhenti. Meski demikian, RUU tersebut belum kandas.
Crypto Clarity Act sebelumnya sudah memasuki tahap pembahasan atau markup di Senat. Belum ada pemungutan suara yang menolak RUU tersebut. Pembahasannya hanya diundur hingga waktu berikutnya.
Kondisi ini menunjukkan jalan menuju regulasi pasar kripto di AS masih terbuka. Namun, anggota parlemen harus lebih dahulu menyelesaikan perbedaan pandangan mengenai sejumlah ketentuan dalam rancangan tersebut.
Mengapa Crypto Clarity Act Ditunda?
Penundaan pembahasan Crypto Clarity Act tampaknya berkaitan dengan belum tercapainya kesepakatan mengenai isi RUU tersebut.
Senator AS Elizabeth Warren mengeluarkan pernyataan mengenai teks terbaru CLARITY Act. Pernyataan tersebut membuat perdebatan mengenai penyusunan aturan ini kembali menjadi perhatian publik.
Sejumlah senator Demokrat juga mengeluarkan pernyataan yang menentang teks CLARITY Act dalam bentuknya saat ini. Namun, mereka menyatakan akan terus bekerja dalam proses penyusunan regulasi tersebut.
Sikap ini mengindikasikan perdebatan lebih mengarah pada negosiasi mengenai ketentuan tertentu dalam RUU, bukan berakhirnya upaya untuk membentuk kerangka regulasi pasar aset digital.
Bagi bursa kripto, penerbit token, dan investor, penundaan tersebut berarti ketidakpastian regulasi masih berlanjut.
Crypto Clarity Act dirancang untuk memberikan kejelasan mengenai klasifikasi aset digital serta mekanisme pengawasannya. Setiap penundaan membuat sejumlah pertanyaan terkait aturan pasar kripto tetap terbuka bagi pelaku industri yang menantikan hasil pembahasan.
Peluang Crypto Clarity Act Jadi UU Turun
Selanjutnya, pelaku industri akan mencermati apakah Komite Perbankan Senat AS menjadwalkan kembali sidang eksekutif dan mencapai kesepakatan mengenai teks yang telah direvisi setelah muncul keberatan dari senator Demokrat.
Optimisme terhadap peluang pengesahan Crypto Clarity Act juga mulai menurun. Di platform pasar prediksi Polymarket, peluang CLARITY Act menjadi undang-undang pada 2026 turun menjadi 38%.
Penundaan pembahasan di Senat menambah pertanyaan mengenai seberapa cepat RUU tersebut dapat kembali memperoleh momentum dalam waktu dekat.
Selain Crypto Clarity Act, perkembangan regulasi aset digital AS juga akan dipengaruhi sejumlah agenda legislasi lainnya. Salah satunya Financial Innovation Act yang dijadwalkan kembali dipertimbangkan oleh Senat.
Perhatian juga tertuju pada desakan senator Demokrat untuk menggelar sidang Senat terkait keuntungan dari bisnis kripto.