Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada penutupan perdagangan saham Senin, (27/7/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham tertekan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tembus 18.000.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun tipis 0,17% menjadi 6.185,78. Indeks saham LQ45 merosot 0,36% ke 612,55. Mayoritas indeks saham acuan tertekan.
Advertisement
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, IHSG melanjutkan koreksi dari pekan lalu. Namun, koreksi IHSG hari ini cenderung turun tipis.
Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menuturkan, IHSG dipengaruhi sentimen global dari domestik. Dari domestik, sentimen IHSG terbesar dari meningkatnya ketidakpastian setelah pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.
“Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran mengenai arah kebijakan moneter dan independensi bank sentral, sehingga menekan rupiah dan mendorong investor asing mengurangi eksposur pada aset domestik,” ujar Nafan saat dihubungi Liputan6.com.
Di sisi lain, Nafan mengatakan, investor juga masih mencermati musim laporan keuangan semester I 2026 untuk menilai apakah kinerja emiten mampu menopang valuasi pasar.
Dari sisi global, ia mengatakan, harapan pasar terhadap proyeksi kelanjutan pemangkasan atau penahanan suku bunga acuan oleh the Federal Reserve (the Fed) terus memicu volatilitas pada imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. “Kondisi ini secara langsung memengaruhi sentimen investor institusi global terhadap pasar negara berkembang,” kata dia.
Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.219,41 dan level terendah 6.144,27. Sebanyak 341 saham melemah sehingga bebani IHSG. 307 saham menguat dan 147 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 1.818.403 kali dengan volume perdagangan saham 27,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.005.
Sektor Saham
Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham industri naik 0,68%, sektor saham keuangan bertambah 0,43% dan sektor saham teknologi mendaki 0,31%.
Sementara itu, sektor saham infrastruktur terpangkas 1,25%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi turun 0,48%, sektor saham basic susut 0,40%, sektor saham consumer nonsiklikal melemah 0,39%.
Selanjutnya, sektor saham consumer siklikal terpangkas 0,08%, sektor saham kesehatan terperosok 0,60%, sektor saham properti tergelincir 0,82%, dan sektor saham transportasi melemah 0,02%.
Gerak Saham
Harga saham ESSA melemah 4,69% menjadi Rp 610 per saham. Harga saham ESSA dibuka turun 10 poin menjadi Rp 630 per saham. Saham ESSA berada di level tertinggi Rp 635 dan terendah Rp 605 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 5.776 kali dengan volume perdagangan saham 617.691 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 38,3 miliar.
Harga saham COIN terpangkas 1,4% menjadi Rp 705 per saham. Saham COIN dibuka stagnan di Rp 715 per saham. Harga saham COIN berada di level tertinggi Rp 740 dan terendah Rp 705 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.434 kali dengan volume perdagangan saham 44.416 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,2 miliar.
Harga saham ELTY menguat 9,38% menjadi Rp 35 per saham. Saham ELTY dibuka menguat dua poin menjadi Rp 34 per saham. Saham ELTY berada di level tertinggi Rp 35 dan terendah Rp 34 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.837 kali dengan volume perdagangan saham 1.491.164 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5,1 miliar.