Rahasia Merawat Perhiasan Imitasi agar Tetap Berkilau Seperti Baru

Perhiasan imitasi sering kusam karena oksidasi. Pelajari tips ahli menghindari kelembapan, bahan kimia, serta cara membersihkan agar kilau tetap terjaga.

oleh Vinsensia DianawantiDiterbitkan 10 Agustus 2026, 10:00 WIB
Ilustrasi Perhiasan Emas. (Unsplash - Segal Jewelry)

Liputan6.com, Jakarta - Perhiasan imitasi telah menjadi pilihan populer untuk melengkapi gaya tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Namun, seringkali kilau indahnya memudar dan warnanya menjadi kusam seiring waktu, sebuah fenomena yang dikenal sebagai "tarnishing" atau oksidasi. Untuk menjaga koleksi Anda tetap menawan, para ahli telah membagikan panduan komprehensif mengenai perawatan yang tepat.

Fenomena kusam ini terjadi karena beberapa faktor utama. Logam dasar yang digunakan pada perhiasan imitasi, seperti kuningan, tembaga, dan nikel, sangat reaktif terhadap lingkungan. Selain itu, lapisan emas yang tipis pada perhiasan ini mudah aus, sehingga mengekspos logam dasar di bawahnya.

Paparan terhadap kelembapan, udara, keringat, parfum, losion, dan bahan kimia lain dapat mempercepat proses oksidasi. Bahkan, kimia tubuh individu, seperti perubahan hormon atau tingkat keasaman kulit, turut memengaruhi seberapa cepat perhiasan imitasi kehilangan kilaunya.

Penyebab Utama Perhiasan Imitasi Cepat Kusam

Ilustrasi Perhiasan Bros Elegan (Credit: Sabrianna/Unsplash)

Kecenderungan perhiasan imitasi untuk cepat kusam berakar pada bahan dasar dan interaksinya dengan lingkungan. Menurut Muse of My Own, "Sebagian besar perhiasan terjangkau tidak terbuat dari emas murni. Biasanya berlapis emas atau diisi emas, yang berarti lapisan tipis emas diikatkan pada logam dasar seperti kuningan, tembaga, atau baja tahan karat." Logam-logam ini, khususnya kuningan, tembaga, dan nikel, sangat reaktif terhadap kelembapan, udara, losion, dan bahkan pH alami kulit. Nikel juga dikenal dapat memicu iritasi kulit dan reaksi alergi.

Pelapisan tipis pada perhiasan imitasi juga menjadi faktor krusial. Muse of My Own menjelaskan, "Pelapisan emas sangat umum pada perhiasan fast fashion. Masalahnya adalah lapisan emas seringkali hanya beberapa mikron tebalnya – sekitar 0,05% dari bagian tersebut. Ini cepat aus, memperlihatkan logam dasar berkualitas rendah di bawahnya." Setelah lapisan pelindung ini menipis, logam dasar yang reaktif akan terpapar langsung, menyebabkan perubahan warna dan kusam. Bahkan perhiasan vermeil, yang memiliki lapisan emas lebih tebal di atas perak sterling, dapat mengalami kusam jika tidak dirawat dengan benar.

Selain itu, reaksi kimia dengan lingkungan berperan besar dalam proses kusam. "Tarnishing adalah reaksi kimia yang terjadi ketika logam bersentuhan dengan udara, kelembapan, keringat, parfum, atau bahan kimia," seperti diungkap Jewellery Hat. Keringat, kelembapan, parfum, losion, produk pembersih, dan polusi udara yang mengandung senyawa sulfur dapat mempercepat oksidasi. Faktor internal seperti perubahan hormon, konsumsi obat-obatan tertentu (misalnya obat sulfur), dan tingkat keasaman kulit yang berbeda pada setiap individu juga dapat memengaruhi seberapa cepat perhiasan teroksidasi.

Strategi Efektif Merawat Perhiasan Imitasi

Ilustrasi Perhiasan Emas 24 Karat (Credit: Brett Jordan/Unsplash)

Untuk menjaga perhiasan imitasi tetap berkilau, beberapa langkah pencegahan dan perawatan yang konsisten sangat diperlukan. Salah satu musuh terbesar perhiasan imitasi adalah kelembapan. Fusion Vogue menjelaskan, "Air, kelembapan, dan keringat dapat menyebabkan perhiasan imitasi kusam atau kehilangan kilaunya. Karena sebagian besar perhiasan imitasi dilapisi emas atau perak, paparan konstan terhadap kelembapan dapat mengikis logam dasar di bawahnya." Oleh karena itu, selalu lepas perhiasan sebelum mandi, berenang, mencuci tangan, berolahraga, atau berada di lingkungan yang lembap seperti spa atau sauna.

Selain kelembapan, kontak dengan bahan kimia juga harus dihindari. Produk seperti parfum, hairspray, losion, deodoran, dan kosmetik mengandung bahan kimia yang dapat merusak lapisan dan kilau perhiasan. Attrangi menyarankan, "Oleskan parfum, losion, dan kosmetik sebelum mengenakan perhiasan Anda untuk mencegah reaksi kimia dan kusam." Selalu kenakan perhiasan sebagai sentuhan terakhir setelah semua produk kecantikan Anda mengering. Hindari pula kontak dengan produk pembersih rumah tangga.

Penyimpanan yang tepat memegang peranan penting dalam memperpanjang umur perhiasan. "Penyimpanan memainkan peran penting dalam memperpanjang umur perhiasan imitasi Anda," kata Fusion Vogue. Simpan perhiasan di tempat yang sejuk, kering, dan gelap, jauh dari sinar matahari langsung dan kelembapan. Sebaiknya simpan setiap perhiasan secara terpisah dalam kantong kedap udara (zip-lock), kantong kain lembut (beludru atau katun), atau kotak perhiasan dengan kompartemen. Hal ini mencegah goresan, kusut, dan paparan udara berlebihan. Menambahkan paket gel silika atau strip anti-tarnish di dalam kotak perhiasan dapat membantu menyerap kelembapan.

Membersihkan perhiasan secara teratur juga krusial. Chinar Jewels merekomendasikan, "Setelah setiap pemakaian, bersihkan perhiasan Anda dengan lembut menggunakan kain mikrofiber atau katun untuk menghilangkan keringat, debu, dan minyak." Penanganan yang hati-hati juga diperlukan; hindari menarik, membengkokkan, atau menjatuhkan perhiasan. Lepas perhiasan sebelum tidur untuk mencegah gesekan dan kerusakan. 

Jika memungkinkan, pilih perhiasan imitasi yang terbuat dari bahan lebih tahan kusam seperti baja tahan karat. Jewellery Hat menjelaskan, "Baja tahan karat sangat tahan terhadap kusam. Tidak berkarat. Tidak bereaksi dengan keringat. Tahan lama dan awet. Inilah mengapa perhiasan baja tahan karat menjadi standar emas dalam perhiasan fashion premium." Perhiasan dengan lapisan emas yang lebih tebal dan lapisan pelindung anti-tarnish juga akan lebih awet.

Mengembalikan Kilau Perhiasan yang Sudah Kusam

Ilustrasi perhiasan kristal | unsplash.com | pixabay.com

Jika perhiasan imitasi Anda sudah mulai kusam, ada beberapa metode pembersihan yang dapat membantu mengembalikan kilaunya. Salah satu cara adalah dengan menggunakan larutan sabun ringan dan air hangat. Fusion Vogue menyarankan, "Campurkan sedikit sabun cuci piring ringan dengan air hangat. Celupkan kain lembut ke dalam larutan dan bersihkan perhiasan dengan lembut." Setelah dibersihkan, bilas dengan air bersih dan segera keringkan dengan kain lembut. Penting untuk tidak merendam perhiasan, terutama yang memiliki batu yang direkatkan atau enamel, karena dapat melonggarkan lem.

Metode lain menggunakan sampo bayi dan air hangat. Misshighness menjelaskan, "Untuk membersihkan perhiasan Anda, gunakan sampo bayi. Masukkan perhiasan imitasi Anda ke dalam bak berisi air hangat dan sampo bayi. Setelah merendamnya sebentar, gosok perlahan dengan tangan atau sikat gigi sebelum membilas dan mengeringkannya." Namun, metode ini tidak disarankan untuk perhiasan dengan batu semi-mulia atau mulia karena berpotensi merusak batu tersebut.

Untuk noda kusam yang membandel pada perhiasan berbahan kuningan atau tembaga, Anda bisa membuat pasta kental dari satu sendok makan soda kue dicampur sedikit air. Oleskan pasta ini dengan lembut menggunakan kain lembut atau sikat, bilas bersih, dan keringkan. Alternatif lain adalah larutan cuka; campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan yang sama, lalu celupkan kain ke dalam larutan dan bersihkan perhiasan. 

Bilas dengan air dan keringkan segera untuk mencegah noda air, metode ini efektif untuk barang-barang berlapis perak. Bagi perhiasan berlapis perak, Anda juga bisa menggosoknya perlahan dengan kain pemoles perak, namun hindari menggosok terlalu keras agar lapisan tidak terkikis. Jika kusam tetap ada, pertimbangkan untuk menggunakan pembersih logam yang dirancang khusus untuk perhiasan imitasi, dengan selalu mengikuti petunjuk produk secara cermat dan menghindari pembersih abrasif.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya