Pengguna Mobil Listrik Dinilai Lebih Puas Dibanding Mobil Bensin

Pemilik mobil listrik ternyata memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi, terhadap kendaraannya dibandingkan pengguna mobil mesin bensin

oleh Arief AszhariDiterbitkan 27 Juli 2026, 14:13 WIB
Pegawai menggunakan mobil listrik sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung transisi energi, mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), dan menekan jejak karbon perusahaan. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Pemilik mobil listrik ternyata memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi, terhadap kendaraannya dibandingkan pengguna mobil mesin bensin atau internal combusition engine (ICE). Hal tersebut, terungkap dari hasil studi terbaru, dari JD Power yang menunjukkan bahwa pengguna mobil listrik cenderung lebih menyukai berbagai aspek mobilnya, dibandingkan pemilik mobil ICE.

Disitat dari InsideEVs, hasil survei tersebut juga memperlihatkan bahwa pengalaman positif menggunakan mobil listrik berpotensi memengaruhi keputusan konsumen pada masa mendatang.

Pengemudi mobil listrik disebut memiliki kecenderungan untuk kembali memilih mobil listrik, ketika tiba waktunya membeli kendaraan baru.

Dalam laporan JD Power, mobil listrik baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV), mencatat peningkatan paling besar dalam skor kepuasan pemilik secara tahunan.

Skor tersebut naik 22 poin dibandingkan periode sebelumnya. Bahkan, BEV mampu mengungguli mobil ICE dalam hampir seluruh kategori yang dinilai.

Keunggulan paling mencolok terlihat di tingkat kepuasan terhadap sistem penggerak. Mobil listrik mencatat selisih keunggulan hingga 109 poin, dibandingkan mobil ICE.

Angka ini menunjukkan bahwa pengalaman berkendara yang ditawarkan sistem penggerak listrik, menjadi salah satu faktor utama yang membuat pemiliknya merasa lebih puas.

Survei yang dimaksud merupakan studi APEAL 2026 di Amerika Serikat. Penilaian ini berbeda dari studi JD Power lainnya, yang lebih berfokus dengan jumlah masalah atau kerusakan yang dialami pemilik kendaraan.

APEAL mengukur seberapa besar pemilik menyukai kendaraan baru, berdasarkan aspek emosional dan desain setelah 90 hari penggunaan.

Dalam studi tersebut, JD Power meminta pemilik kendaraan menilai 37 atribut. Aspek yang diperhatikan mencakup rasa nyaman ketika berada di kursi pengemudi hingga sensasi yang dirasakan saat menginjak pedal akselerator.

Data ini digunakan untuk melihat fitur, karakteristik berkendara, dan elemen desain yang paling mampu memberikan pengalaman positif, sekaligus mendorong loyalitas konsumen terhadap kendaraan.

Teknis Survei

Studi APEAL 2026 melibatkan 78.514 pemilik kendaraan baru model 2026. Para responden memberikan penilaian setelah menggunakan kendaraan selama 90 hari.

Survei dilakukan pada periode Juni 2025 hingga Mei 2026, dengan kendaraan yang terdaftar antara Maret 2025 dan Februari 2026.

Temuan tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan kendaraan listrik. Di tengah perubahan industri otomotif menuju elektrifikasi, tingkat kepuasan pemilik yang lebih tinggi menunjukkan bahwa pengalaman menggunakan mobil listrik tidak hanya berkaitan dengan teknologi dan efisiensi, tetapi juga mampu memberikan keterikatan emosional yang lebih kuat bagi penggunanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya