Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia anjlok setelah Iran dilaporkan akan menangguhkan serangan selama Amerika Serikat (AS) menghentikan konflik. Sentimen itu meredakan kekhawatiran atas konflik yang meningkat selama hampir dua minggu.
Mengutip CNBC, Senin, (27/7/2026), harga minyak Brent untuk pengiriman September turun 4,88% menjadi US4 92 per barel. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September juga anjlok lebih dari 5% menjadi US$ 84,84 per barel.
Advertisement
Iran telah mengindikasikan akan berhenti melakukan serangan selama Amerika Serikat juga menahan diri dari serangan, Reuters melaporkan pada Minggu, mengutip seorang pejabat senior Iran.
Penghentian serangan ini menyusul keputusan Washington untuk menangguhkan kampanye pengebomannya setelah para penasihat Presiden Donald Trump dilaporkan memperingatkan militer kehabisan target yang layak dan menimbulkan kekhawatiran tentang menipisnya persediaan senjata AS.
Pejabat Iran tersebut dilaporkan mengatakan sikap Teheran "tetap 'serangan untuk serangan': jika serangan berhenti, Iran juga akan menghentikan operasinya. Pesan itu telah disampaikan kepada Amerika Serikat."
Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, mengatakan di Fox News Sunday, Trump memilih untuk menghentikan sementara serangan tersebut untuk memungkinkan upaya diplomatik berlanjut.
HSBC’s U.S. rates strategist, Dhiraj Narula, mengatakan harga minyak yang lebih tinggi telah berkontribusi pada ekspektasi baru bahwa Federal Reserve mungkin perlu mempertahankan kebijakan yang lebih ketat untuk jangka waktu yang lebih lama, tetapi mencatat bahwa ekspektasi inflasi tetap relatif terkendali meskipun terjadi reli energi.
Ia menghubungkan hal itu dengan pesan yang lebih kuat dari para pejabat Fed tentang komitmen mereka terhadap stabilitas harga, yang telah mencegah guncangan minyak memicu ekspektasi inflasi jangka panjang.
Perang AS-Iran Makin Membara, Harga Minyak Dunia Justru Turun 4%
Sebelumnya, harga minyak dunia ditutup melemah pada perdagangan Jumat 24 Juli 2026 setelah muncul laporan bahwa Pakistan tengah mengupayakan dimulainya kembali perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Mengutip CNBC, Sabtu (25/7/2026), harga minyak mentah Brent yang menjadi acuan internasional turun hampir 4% dan ditutup di US$ 96,78 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 3% menjadi US$ 89,31 per barel.
Tiga narasumber yang tidak mau disebut namanya menyebut upaya Pakistan mendamaikan AS dengan Iran tersebut mendapat dukungan dari China.
"China merasa tidak senang karena serangan Iran terhadap negara-negara Teluk lainnya serta penutupan Selat Hormuz telah merugikan kepentingan mereka," kata seorang pejabat pemerintah Pakistan.
Meski turun pada perdagangan terakhir, harga minyak masih membukukan kenaikan signifikan sepanjang pekan ini. Minyak mentah AS menguat sekitar 8%, sedangkan Brent melonjak hampir 10% seiring meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.