Alasan Satpam Fiktor Sujud ke Polisi Penumpang Alphard

Pengaca pastikan tak ada pemukulan terhadap satpam Fiktor.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 24 Juli 2026, 21:57 WIB
Pengemudi Alphard yang terlibat cekcok dengan petugas keamanan di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, dijadwalkan bertemu dengan satpam bernama Fiktor Harefa di Mapolsek Metro Menteng, Jumat (24/7/2026).

Liputan6.com, Jakarta - Fiktor Harefa, satpam yang terlibat cekcok dengan sopir Alphard di Bundaran HI mengaku sempat diminta bersujud. Belakangan diketahui, tiga orang terdiri dari sopir dan dua penumpang mobil Alphard adalah polisi Polda Jabar.

Kuasa Hukum Fiktor Harefa, Wiradarma Harefa, menjelaskan kejadian sebenarnya soal pernyataan kliennya yang diminta bersujud.

"Memang pada saat kejadian itu klien kami melakukan sujud karena ditakuti," kata Wiradarma usai mendampingi mediasi kliennya di Polsek Menteng, Jumat (24/7/2026).

Para polisi yang menumpangi Alphard menakuti Fiktor atas tindakannya memukul mobil mereka saat menerobos lampu penyeberangan pelican crossing di Bundaran HI. Fiktor diancam akan dilaporkan ke perusahaannya agar dipecat.

"Dia dikatakan 'kami akan laporkan ke tempatmu bekerja, kamu akan dipecat'. Dia ketakutan makanya dia sampai sujud memohon maaf 'saya minta maaf, saya sujud' dia lakukan itu memang karena dia ketakutan," katanya.

 

Fiktor juga Merasa Bersalah

Ancaman itu juga membuat Fiktor akhirnya merasa bersalah karena menegur sopir hingga memukul Alphard. Fiktor melakukan sujud itu atas inisiatifnya sendiri meski dilatarbelakangi ketakutan.

"Pengemudi itu merasa bahwa dia salah, tanpa diminta dia memang melakukan begitu ya. Itu tidak ada paksaan. Si Victor juga tidak ada paksaan. Tapi dia merasa bahwa "oh ya saya salah melakukan ini' dia melakukan sujud," ujar Wira.

Dia menegaskan, insiden itu terjadi saat Fiktor digiring tiga polisi ke pospol sekitaran Bundaran HI.

Pada saat melakukan sujud Fiktor mengaku tidak maksimal karena salah satu tangannya karena sakit dan sedang pengobatan. Ditambah lagi, dia belum makan di hari itu.

"Dia juga dari pagi memang tidak makan, dia tidak makan sampai siang itu," ujarnya.

 

Tidak Ada Pemukulan

Dia pastikan, tidak ada intimidasi lain yang dialami kliennya. Meskipun kerah seragam satpam Viktor sempat ditarik salah satu polisi tersebut.

"Memang tidak ada pemukulan, tidak ada. Hanya memang pada terakhir kali begitu keluar dari itu ada memang pegangan kerah baju oleh salah satu, dan itu tidak dipukul hanya ditarik begini. Ya kita juga kalau ditarik begitu ya tersinggung," ujarnya.

Sebelumnya, tindakan bersujud bukan dilakukan karena dipaksa oleh pengemudi Alphard, melainkan atas kemauannya sendiri.

"Kalau sujud itu, itu kemauan saya sendiri karena saya udah ketakutan, udah emosi, sama otak saya itu juga sudah terganggu kemarin," kata Fiktor di Mapolsek Metro Menteng, Jumat (24/7/2026).

Fiktor menyampaikan hal itu saat memenuhi undangan penyidik untuk bertemu dengan pengemudi Alphard yang terlibat cekcok dengannya. Sebelum datang ke Mapolsek Metro Menteng, ia mengaku masih menjalankan pekerjaannya.

"Masih. Ini tadi saya datang dari lokasi," ujarnya.

Mengenai harapannya dalam pertemuan tersebut, Fiktor mengaku ingin diperlakukan sebagaimana dirinya diperlakukan ketika insiden terjadi.

"Ya, saya maunya sih mereka itu melakukan seperti saya diperlakukan waktu itu pada saat itu," katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya