Liputan6.com, Jakarta - Lokasi pelican crossing atau tempat penyebrangan orang di Halte TransJakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, belakangan menjadi viral. Sebab di lokasi itu, sempat terjadi insiden cekcok antara satpam yang hendak menyebrang dan sopir Alphard beberapa waktu lalu.
Liputan6.com mencoba datang langsung ke lokasi kejadian, Jumat (24/7/2026). Terlihat petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta berjaga dan membantu orang yang ingin menyebrang.
Advertisement
Petugas Dishub tersebut berjaga di pelican crossing depan Pullman Hotel Jakarta, sedangkan sisi satunya kosong. Saat berbincang, petugas Dishub tersebut mengaku mendapat giliran jaga sore hari pukul 16.00-18.00 WIB.
“Ini jaga di jam pelayanan aja. Jam pelayanan ada dua di pagi sama sore. Kalau pagi dari jam 07.00 sampai jam 09.00 WIB,” ucap petugas Dishub kepada Liputan6.com, Jumat (24/7/2026).
Dia menceritakan, insiden satpam dengan sopir Alphard itu itu terjadi saat seorang satpam ingin menyeberang. Melihat Alphard melintas, dia refleks memukul belakang mobil tersebut.
“Satpamnya lagi nyebrang, itu mobil melintas aja gitu lewat, ya namanya refleks, laki lagi, jadi langsung deh pukul mobil. Kalau kata saya sih itu refleks aja, pasti satpam enggak ada niat buat mukul mobil,” jelas petugas Dishub.
Tim Liputan6.com berada di lokasi selama kurang lebih 1 jam. Pengendara sudah terlihat lebih tertib dengan berhenti saat lampu merah pelican crossing menyala merah.
Ketika lampu pelican crossing menyala hijau atau dipersilakan jalan oleh petugas Dishub, para pengendara baru memacu kendaraan mereka.
Pengakuan Satpam Fiktor soal Sujud ke Sopir Alphard
Sebelumnya, satpam Fiktor Harefa yang terlibat cekcok dengan pengemudi Alphard kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, meluruskan narasi yang beredar di media sosial terkait aksinya bersujud saat insiden tersebut.
Dia menegaskan, tindakan bersujud bukan dilakukan karena dipaksa oleh pengemudi Alphard, melainkan atas kemauannya sendiri.
"Kalau sujud itu, itu kemauan saya sendiri karena saya udah ketakutan, udah emosi, sama otak saya itu juga sudah terganggu kemarin," kata Fiktor di Mapolsek Metro Menteng, Jumat (24/7/2026).
Fiktor menyampaikan hal itu saat memenuhi undangan penyidik untuk bertemu dengan pengemudi Alphard yang terlibat cekcok dengannya. Sebelum datang ke Mapolsek Metro Menteng, ia mengaku masih menjalankan pekerjaannya.
"Masih. Ini tadi saya datang dari lokasi," ujarnya.
Mengenai harapannya dari pertemuan tersebut, Fiktor mengaku ingin diperlakukan sebagaimana dirinya diperlakukan ketika insiden terjadi.
"Ya, saya maunya sih mereka itu melakukan seperti saya diperlakukan waktu itu pada saat itu," katanya.
Sementara itu, kuasa hukum Fiktor Harefa, Wiradarma Harefa, mengatakan penyidik mempertemukan kedua belah pihak untuk memfasilitasi penyelesaian perkara. Namun, ia belum dapat memastikan apakah pertemuan tersebut akan berujung mediasi atau mekanisme lainnya.
"Iya, tadi kami dapet informasi dari penyidik, Kanit, bahwa kami diundang ke sini untuk datang karena memang si pengemudi itu sudah ada di sini. Dan Kanit mau memfasilitasi untuk dilakukan ya apakah itu dimediasi atau yang lain, kita lihat dulu apa, seperti apa nanti. Oke, gitu, kita baru datang ini," ujar Wiradarma.
Duduk Perkara Cekcok
Petugas keamanan (satpam) yang terlibat cekcok dengan pengemudi Toyota Alphard di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, akhirnya buka suara. Vicol, begitu dia dipanggil, menjelaskan kronologi kejadian dari versinya via rekaman video.
Menurutnya, peristiwa bermula ketika dia sedang berjaga di penyeberangan saat lampu lalu lintas berganti merah untuk kendaraan dan memberi kesempatan pejalan kaki menyeberang.
“Pada awal kejadian kami lagi menunggu lampu merah di Bundaran HI. Setelah lampu merah tiba, giliran pejalan kaki yang lewat. Pada saat itu juga ada salah satu mobil yang menerobos lampu merah tersebut,” ujarnya seperti dikutip dalam rekaman video yang beredar, Kamis 23 Juli 2025z
Karena kesal, dia mengaku memukul kaca mobil sambil meneriakkan agar pengemudi berhenti.
“Karena saya kesal, saya pukul kaca mobilnya. Saya teriak, ‘Woi, lampu merah!'” katanya.
Dia mengaku kemudian menghampiri mobil yang bergerak perlahan dan kembali menegur pengemudi.
“‘Woi Pak, lampu merah. Saya cuma menyelamatkan nyawa orang lain.’ Terus dia tidak buka kaca mobilnya,” ujarnya.
Menurut pengakuannya, tiga orang kemudian keluar dari mobil, termasuk sopir, lalu terjadi aksi saling dorong.
“Yang dua orang di sebelah kiri keluar, mereka keluar bertiga. Dan sopirnya juga keluar. Mereka dorong-dorong saya,” katanya.
Untuk menghindari keributan di tengah jalan, dia mengaku mengajak seluruh pihak menuju Pos Polisi Thamrin agar persoalan diselesaikan di hadapan petugas.
“Karena saya lihat di belakang saya banyak kendaraan, saya inisiatif membawa atau menyelesaikan masalah tersebut di Pos Polisi,” ucapnya.
Dia mengklaim sepanjang perjalanan menuju pos polisi masih terjadi aksi saling dorong. Sesampainya di lokasi, dia mengetuk pintu pos polisi sebelum akhirnya Kepala Pospol datang.
Di dalam pos polisi, satpam tersebut mengaku sempat menjelaskan kronologi kejadian. Menurut dia, Kepala Pospol kemudian menegur tindakannya karena memukul kaca mobil.
“Kamu salah, kamu tidak ada hak untuk memukul kaca mobil,’” kata Vicol menirukan ucapan Kepala Pospol.