Krisis Baterai GAC Aion S, 213 Ribu Armada Taksi Online Terdampak Cacat Pabrik

Lebih dari 213 ribu unit GAC Aion S di China mengalami cacat baterai. GAC Aion dan CALB akhirnya sepakat perpanjang garansi hingga 300.000 km.

oleh M. Ridwan MaulanaDiterbitkan 24 Juli 2026, 17:33 WIB
mobil Aion S produksian pabrikan Guangzhou Automobile Group GAC. (CarNewsChina.com)

Liputan6.com, Jakarta - Kabar kurang sedap menghampiri raksasa otomotif asal China, Guangzhou Automobile Group (GAC Aion). Lini mobil listrik andalan mereka yang banyak digunakan sebagai armada operasional maupun taksi online, GAC Aion S, mendadak diterpa krisis kualitas baterai berskala besar.

Melansir CarNewsChina, Jumat (24/7/2026), tak tanggung-tanggung, diperkirakan ada lebih dari 213.000 unit armada yang terdampak. Masalah ini terungkap setelah platform pengaduan konsumen di China dibanjiri ratusan laporan dari para pemilik armada hanya dalam kurun waktu dua minggu.

Kasus ini sebagian besar menimpa model Aion S yang dioperasikan sebagai kendaraan komersial. Berdasarkan laporan yang beredar, kerusakan umumnya muncul setelah mobil menempuh jarak antara 150.000 hingga 300.000 km—bertepatan dengan periode saat sebagian kendaraan mulai melewati batas garansi standar pabrikan.

Hasil pemeriksaan dari sejumlah lembaga independen menyebutkan bahwa kerusakan tersebut bukan disebabkan oleh benturan fisik maupun akibat kendaraan terendam banjir. Sebaliknya, investigasi mengarah pada dugaan kuat adanya cacat manufaktur di dalam sel baterai. Sebelum kasus ini mencuat, beberapa pemilik mengaku sempat kesulitan mengajukan klaim karena kendaraan mereka telah melampaui batas garansi awal 8 tahun atau 150.000 km.

 

GAC Aion dan CALB Resmi Perpanjang Garansi

Menanggapi kondisi tersebut, GAC Aion mengambil langkah cepat dengan mengumumkan perpanjangan garansi baterai bagi unit yang terdampak.

Melalui kebijakan baru ini, garansi yang semula berlaku 8 tahun atau 150.000 km kini diperpanjang menjadi 8 tahun atau 300.000 km khusus bagi unit Aion S komersial yang menggunakan baterai CALB 177 Ah. Tak hanya itu, pihak produsen juga berjanji memberikan fasilitas inspeksi gratis, perbaikan tanpa biaya, hingga penggantian paket baterai jika terbukti mengalami kerusakan akibat cacat produksi.

Selain memperpanjang masa garansi, GAC Aion bakal meningkatkan pengawasan kondisi baterai melalui sistem pemantauan jarak jauh (remote monitoring system). Jika sistem mendeteksi adanya indikasi anomali, pemilik kendaraan akan langsung dihubungi untuk melakukan pemeriksaan di bengkel resmi sebelum masalah berkembang lebih serius.

Di sisi lain, CALB selaku produsen baterai menyatakan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh atas kualitas produk mereka sepanjang siklus penggunaan. CALB memastikan para pemilik kendaraan yang terdampak dapat memperoleh layanan pemeriksaan serta perbaikan secara gratis melalui jaringan purna jual yang telah ditunjuk.

Kasus ini menyedot perhatian besar di industri kendaraan listrik China lantaran terjadi di tengah makin ketatnya standar keselamatan baterai nasional. Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat krusial akan pentingnya kualitas sel baterai dan keandalan layanan purna jual, terutama bagi kendaraan listrik yang difungsikan secara intensif sebagai armada komersial.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya