Volkswagen Kenalkan ID. Cross, SUV Listrik dengan Jarak Tempuh 427 Km

Volkswagen resmi meluncurkan SUV listrik ID.Cross berdaya jelajah 427 km. Di saat bersamaan, VW China mulai ubah strategi dengan mengekspor ke Asia Tengah.

oleh Arief AszhariDiterbitkan 24 Juli 2026, 20:10 WIB
Volkswagen ID. Cross Mengaspal, SUV Listrik dengan Jarak Tempuh 427 Km (Paultan)

Liputan6.com, Jakarta - Volkswagen resmi memperluas jajaran kendaraan listrik dengan memperkenalkan ID.Cross. SUV crossover kompak ini hadir hampir setahun setelah versi konsepnya dipamerkan, sekaligus menjadi model terbaru yang mengusung bahasa desain "Pure Positive" khas Volkswagen.

Disitat dari Paultan, Jumat (24/7/2026), secara dimensi Volkswagen ID.Cross memiliki panjang 4.153 mm, lebar 1.794 mm, dan tinggi 1.581 mm. Mobil listrik ini dibangun dengan jarak sumbu roda (wheelbase) 2.601 mm serta memiliki ground clearance 140 mm. Menggunakan platform MEB+, mobil ini berbagi basis dengan beberapa model lain seperti ID.Polo, Cupra Raval, dan Skoda Epiq.

Untuk dapur pacunya, ID.Cross ditawarkan dalam tiga pilihan output motor listrik:

  • Varian Entry: Tenaga 85 kW (sekitar 116 PS)
  • Varian Mid: Tenaga 99 kW (sekitar 135 PS)
  • Varian Tertinggi: Tenaga 155 kW (sekitar 211 PS)

Seluruh tenaga tersebut disalurkan melalui sistem penggerak roda depan (FWD).

Volkswagen menyediakan dua pilihan Baterai untuk ID.Cross, yakni kapasitas 37 kWh dan 52 kWh (net). Varian dengan baterai terbesar sanggup menempuh jarak hingga 427 km berdasarkan pengujian WLTP.

Sementara itu, kemampuan pengisian cepat (fast charging) DC mencapai 90 kW untuk baterai 37 kWh dan 105 kW untuk baterai 52 kWh. Dengan teknologi ini, baterai 37 kWh dapat diisi dari 10 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 23 menit, sedangkan baterai 52 kWh membutuhkan waktu sekitar 24 menit. Kemampuan pengisian daya yang singkat ini menjadi salah satu daya tarik utama ID.Cross sebagai SUV listrik harian.

Di pasar Jerman, Volkswagen ID.Cross dipasarkan dengan harga mulai dari 27.995 euro (sekitar Rp 503,9 juta). Banderol tersebut menempatkannya sebagai salah satu lini kendaraan listrik Volkswagen yang menyasar segmen lebih terjangkau.

 

 

Gebrakan Baru: Volkswagen China Ubah Strategi Ekspansi ke Asia Tengah

Di samping peluncuran model baru, Volkswagen China juga mulai mengubah arah strategi bisnisnya dengan memperluas jangkauan pemasaran ke pasar Asia Tengah. Langkah ini menjadi pergeseran besar dari filosofi "in China, for China" yang telah menjadi landasan operasional mereka selama puluhan tahun di Negeri Tirai Bambu.

Dilansir dari CarNewsChina, Volkswagen telah memproduksi kendaraan di China sejak 1985 melalui perusahaan patungan (joint venture) bersama Shanghai Automotive Industry Corporation (SAIC). Beberapa tahun kemudian, pabrikan asal Jerman tersebut juga memperluas kerja sama dengan First Automotive Works (FAW).

Selama bertahun-tahun, kendaraan Volkswagen buatan China memang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan konsumen domestik dan tidak dipasarkan secara luas ke luar negeri. Namun, strategi tersebut kini bergeser seiring dinamisnya perubahan kondisi pasar otomotif global.

Perubahan arah bisnis ini makin dipertegas dalam forum internasional di Tashkent, Uzbekistan. Dalam kesempatan tersebut, CEO Volkswagen China, Robert Cisek, bertemu langsung dengan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev.

Hasil dari pertemuan strategis tersebut mengumumkan rencana perakitan lokal untuk delapan model Volkswagen hasil produksi FAW-Volkswagen dan SAIC-Volkswagen di Uzbekistan hingga akhir tahun. Beberapa model yang masuk dalam daftar perakitan tersebut mencakup Volkswagen Tiguan L Pro, Passat Pro, Teramont Pro, serta lini Jetta.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya