Harga Minyak Melonjak, Rupiah Hari Ini Lesu terhadap Dolar AS

Meningkatnya ketegangan geopolitik akan menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Jumat, (24/7/2026). Begini prediksi rupiah jelang akhir pekan ini.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 24 Juli 2026, 11:16 WIB
Sentimen eksternal terutama ketegangan di Timur Tengah kembali membebani nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Jumat, (24/7/2026). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada Jumat, (24/7/2026). Ekonom menilai lonjakan harga minyak dunia membebani kurs rupiah menjelang akhir pekan ini.

Mengutip Antara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Jumat pagi turun 43 poin atau 0,24% menjadi 17.979 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di 17.936 per dolar AS.

“Harga minyak mentah Brent juga sempat menembus US$ 95 per barel, sehingga memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah,” kata dia dikutip dari Antara.

Lonjakan harga minyak tersebut kembali memunculkan kekhawatiran terhadap risiko twin deficit (defisit fiskal dan defisit neraca transaksi berjalan secara bersamaan) Indonesia, yang pada akhirnya melemahkan sentimen investor terhadap mata uang domestik.

Kenaikan harga minyak tersebut ditenggarai akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah terjadi serangan di dekat Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia.

Gangguan di kawasan itu memicu kekhawatiran kapal tanker minyak harus mengalihkan rute pelayaran melalui Afrika bagian selatan, yang berpotensi semakin mengganggu arus perdagangan global dan rantai pasok energi.

Ada peningkatan ketidakpastian geopolitik dan lonjakan harga minyak memicu sentimen risk-off di pasar keuangan global, sehingga mendorong permintaan terhadap dolar AS.

“Untuk hari ini, kami memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 17.900–Rp 18.025 per dolar AS, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik yang masih menopang permintaan terhadap aset-aset safe haven,” kata Josua.

 

Sentimen Rupiah

Petugas menata mata uang rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Mengutip Anadolu, Presiden AS Donald Trump menuturkan, Washington akan meminta pertanggungjawaban Teheran jika kelompok Houthi Yaman menyerang kapal-kapal komersial.

Pernyataan Trump muncul setelah kelompok Houthi Yaman mengatakan pada Kamis, 23 Juli 2026, mereka melakukan operasi militer yang menargetkan dua kapal tanker minyak Saudi dengan rudal balistik dan rudal jelajah, serta drone.

Menteri Luar Negeri AS Rubio mengatakan, Houthi harus "menjauh" dari konflik Iran, mengklaim bahwa mereka "terjebak" dalam perang di Timur Tengah oleh Teheran.

Ketegangan meningkat lebih lanjut setelah militer Iran memperingatkan bahwa mereka dapat menargetkan fasilitas energi di seluruh wilayah jika serangan AS terhadap infrastruktur Iran terus berlanjut.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyampaikan mereka telah menyerang pangkalan militer AS di Kuwait dan Yordania, dan sebuah kapal tanker minyak terkena ledakan ranjau di Selat Hormuz, yang menyebabkan dua kapal lain meninggalkan jalur pelayaran selatan,

Perkembangan tersebut menambah kekhawatiran tentang keamanan di Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak terpenting di dunia, yang dilalui oleh sekitar seperlima konsumsi minyak global.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya