Toyota Indonesia Bagikan Rahasia Budaya Kaizen ke Mahasiswa

Toyota berkolaborasi dengan Universitas Udayana mengenalkan Toyota Production System dan budaya kerja industri demi cetak lulusan siap kerja.

oleh M. Ridwan MaulanaDiterbitkan 24 Juli 2026, 18:13 WIB
Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto dalam kuliah umum di kampus Udayana (Unud), Bali.

Liputan6.com, Jakarta - Persaingan dunia kerja yang makin ketat menuntut para lulusan perguruan tinggi tidak hanya berbekal teori akademik, tetapi juga pemahaman mendalam tentang praktik industri nyata. Menjawab tantangan tersebut, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menjalin kolaborasi berbasis industri bersama Universitas Udayana (Unud), Bali. Melalui kerja sama ini, TMMIN membagikan wawasan langsung mengenai dunia kerja kepada para mahasiswa, baik secara teori di ruang kelas maupun praktik di lapangan.

Melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung pada Kamis (23/7/2026), mahasiswa diajak untuk menyerap langsung pengalaman kerja berbasis industri. Kegiatan ini dimulai dari kuliah umum hingga peninjauan langsung di Lean Manufacturing Laboratory Fakultas Teknik Unud.

Dalam kuliah umumnya, Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, memaparkan budaya kerja Toyota yang telah terbangun selama puluhan tahun. Budaya tersebut meliputi nilai-nilai utama seperti integritas, visioner, saling menghargai, rasa memiliki (ownership), inovatif, serta kerja sama tim.

Tak hanya itu, ia turut menekankan pentingnya prinsip Bad News First—yakni keberanian untuk menyampaikan persoalan sejak dini agar solusi tepat dapat segera dirumuskan.

 

Mengenal Filosofi Genba dan Kaizen dalam Toyota Production System

Nandi Julyanto menjelaskan bahwa nilai-nilai budaya kerja tersebut merupakan fondasi dari Toyota Production System (TPS), sebuah sistem yang berfokus pada budaya perbaikan berkelanjutan (Kaizen), peningkatan kualitas, produktivitas, serta efisiensi.

"TPS bukan sekadar sistem produksi yang lahir dari Toyota. Bagi kami, TPS adalah cara berpikir dan cara bekerja. Melalui TPS, setiap orang didorong untuk tidak berhenti pada penyelesaian masalah di permukaan, tetapi berani mencari akar persoalannya, mengambil keputusan berdasarkan fakta, dan terus melakukan perbaikan," ujar Nandi Julyanto.

Selain mengisi kuliah umum, Nandi meninjau langsung implementasi TPS di Lean Manufacturing Laboratory Fakultas Teknik Unud serta berdiskusi dengan para dosen dan mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan filosofi Genba, yang bermakna "tempat sebenarnya" atau lokasi langsung terjadinya suatu proses. Melalui pendekatan Genba, mahasiswa diajak memahami setiap masalah berdasarkan fakta di lapangan, bukan sekadar asumsi.

Hal ini menjadi bagian tak terpisahkan dari filosofi Kaizen untuk terus melakukan penyempurnaan secara konsisten melalui langkah-langkah kecil.

"Di lapangan, mereka tidak hanya mempelajari TPS sebagai teori, tetapi belajar melihat proses apa adanya, memahami mengapa sebuah persoalan bisa terjadi, lalu mencari solusi berdasarkan fakta. Kami berharap pengalaman ini menumbuhkan cara berpikir yang kritis, rasa ingin tahu yang tinggi, serta keberanian untuk terus melakukan perbaikan. Bekal inilah yang akan mereka bawa saat memasuki dunia industri," tambah Nandi.

 

Komitmen TMMIN Perkuat Kualitas Pendidikan di 10 Perguruan Tinggi

Kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen TMMIN dalam mendukung pengembangan kapasitas anak muda di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, TMMIN secara aktif menggelar program serupa ke berbagai kampus di Tanah Air.

Universitas Udayana sendiri merupakan satu dari 10 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yang mendapatkan pendampingan TPS secara bertahap dari TMMIN. Kampus-kampus lainnya meliputi:

  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
  • Universitas Diponegoro (Undip)
  • Universitas Gadjah Mada (UGM)
  • Universitas Syiah Kuala (USK)
  • Institut Teknologi Bandung (ITB)
  • Universitas Sebelas Maret (UNS)
  • Universitas Hasanuddin (Unhas)
  • Universitas Darma Persada (Unsada)
  • Universitas Indonesia (UI).

Program pendampingan ini mencakup pengembangan laboratorium TPS, pelatihan Lean Manufacturing bagi dosen dan mahasiswa, penyusunan kurikulum terintegrasi, hingga dorongan agar mahasiswa mampu menerapkannya secara langsung di dunia industri.

Melalui kolaborasi strategis ini, TMMIN berharap proses pembelajaran di bangku kuliah dapat makin selaras dengan kebutuhan industri otomotif maupun manufaktur nasional.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya