Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (23/7/2026) menyatakan akan meminta pertanggungjawaban Iran atas serangan kelompok Houthi di Yaman terhadap kapal-kapal di Laut Merah. Ia juga mengancam Iran dan Houthi dengan "hukuman militer besar-besaran".
Peringatan itu disampaikan setelah Houthi, yang didukung Iran, melancarkan serangan rudal dan drone terhadap sejumlah kapal tanker minyak di Laut Merah. Kelompok tersebut menyebut serangan itu sebagai bagian dari upaya memblokade Arab Saudi.
Advertisement
"AS akan meminta pertanggungjawaban Iran karena Houthi merupakan perpanjangan tangan dan/atau proksi Iran. Jika mereka kembali menyerang, hukuman militer besar-besaran akan dijatuhkan kepada Iran dan, tentu saja, Houthi sendiri," tulis Trump di Truth Social.
Trump mengaku "sangat kecewa" terhadap Houthi. Menurut dia, kelompok tersebut sebelumnya "bertindak sangat profesional dan cerdas", baik setelah serangan AS terhadap mereka tahun lalu maupun selama perang melawan Iran yang dilancarkan AS dan Israel pada Februari.
Pada Rabu (22/7), Houthi menyerang sebuah kapal Arab Saudi di Laut Merah. Serangan itu membuka front baru dalam perang di Timur Tengah dan mendorong harga minyak melonjak.
Sebelumnya pada pekan ini, Houthi mengklaim telah menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi. Serangan itu dilakukan setelah kelompok tersebut mengumumkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan di Arab Saudi.