Gubernur Turki Dipecat Usai Fotonya Mengenakan Celana Ketat Viral

Bagaimana sang gubernur merespons pemecatannya?

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 24 Juli 2026, 08:14 WIB
Gubernur Provinsi Ardahan Mehmet Fatih Cicekli (baju merah) mengikuti tur sepeda untuk mempromosikan pariwisata di Ardahan, Turki timur, Minggu (26/4/2026). (Dok. Halil Ibrahim Ataman/IHA via AP)

Liputan6.com, Ankara - Seorang gubernur di Turki dipecat setelah fotonya mengenakan celana khusus bersepeda viral di media sosial. Ia dicopot dari jabatannya, tetapi menurut laporan Associated Press, ia kini justru mendapat gelombang dukungan dari masyarakat yang mendesak agar ia kembali menjabat.

Mehmet Fatih Cicekli, Gubernur Provinsi Ardahan, diberhentikan pada 17 Juli melalui dekret yang ditandatangani Presiden Recep Tayyip Erdogan. Tidak ada penjelasan resmi mengenai alasan pemberhentiannya.

Keputusan itu diambil setelah sejumlah politikus Turki mengkritik Cicekli karena mengenakan celana khusus bersepeda dalam sebuah acara publik untuk mempromosikan olahraga sepeda, kemudian mengunggah foto-fotonya ke media sosial.

Inan Akgun Alp, anggota partai oposisi utama Partai Rakyat Republik, menuding Cicekli lebih mengutamakan aktivitas di media sosial ketimbang tugas kedinasan. Ia juga menilai pakaian tersebut tidak pantas dikenakan seorang gubernur.

"Dia berkeliling dengan celana ketat dan menghabiskan sepanjang hari untuk bersepeda. Para pengawal berada di depannya, sementara dia terus bersepeda dengan celana ketat hingga petang," kata Alp dalam debat parlemen pekan lalu, seperti dikutip situs berita T24.

"Seorang gubernur tidak boleh berkeliling pusat kota seperti itu."

Samil Tayyar, mantan anggota parlemen dari partai berkuasa pimpinan Erdogan yang berakar pada gerakan Islam di Turki, menilai pakaian Cicekli bertentangan dengan norma budaya setempat. Menurut dia, pakaian semacam itu tidak pantas dikenakan pejabat di Ardahan yang masyarakatnya dikenal konservatif dan menjunjung tradisi. Ia menambahkan, politikus lain biasanya mengenakan celana olahraga saat bersepeda.

"Dalam kehidupan pribadi, orang boleh mengenakan apa pun yang mereka inginkan. Namun, seorang gubernur yang sedang bertugas tidak boleh menemui masyarakat dengan mengenakan celana ketat karena hal itu tidak mencerminkan kewibawaan negara. Dalam lingkungan sosial tradisional seperti Ardahan, hal tersebut sama sekali tidak dapat diterima," tulis Tayyar di X.

Cicekli, yang diangkat Erdogan sebagai gubernur pada Januari, membela diri dengan mengatakan bahwa pakaian yang dikenakannya merupakan perlengkapan bersepeda yang lazim.

"Kami akan terus mengayuh. Saya seorang atlet yang menekuni olahraga layar, dayung, dan bersepeda. Pakaian yang saya kenakan adalah pakaian olahraga," kata Cicekli seperti dikutip T24.

Petisi yang mendesak agar Cicekli kembali menjabat telah mengumpulkan lebih dari 10.000 tanda tangan. Para pendukungnya menilai ia telah menjalankan sejumlah program penting di Ardahan, termasuk memajukan olahraga, kegiatan kepemudaan, dan wisata sepeda, seperti dilaporkan Halk TV, stasiun televisi yang berhaluan oposisi.

Saat berpamitan dengan para pendukungnya di Ardahan pada Rabu (22/7), Cicekli mengatakan, "Saya yakin tidak mengecewakan mereka yang telah mempercayai dan mendampingi saya hingga saat ini. Bagi saya, itulah kehormatan terbesar."

Ketika Cicekli meninggalkan Ardahan, provinsi yang berbatasan dengan Armenia dan Georgia, sejumlah pesepeda setempat mengiringi kendaraannya sebagai bentuk dukungan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya