Liputan6.com, Jakarta - Ketegangan antara Filipina dan China di Laut China Selatan kembali menjadi sorotan setelah serangkaian insiden yang melibatkan kapal kedua negara. Situasi tersebut dinilai semakin menegaskan pentingnya peran ASEAN dalam menjaga stabilitas kawasan dan mendorong penyelesaian sengketa secara damai.
Pemerintah Indonesia menilai setiap perkembangan di Laut China Selatan harus disikapi melalui jalur dialog dan diplomasi, bukan dengan tindakan yang berpotensi memperburuk ketegangan.
Advertisement
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, mengatakan berbagai insiden yang terjadi justru memperlihatkan bahwa ASEAN memiliki peran yang semakin penting dalam mengelola dinamika di kawasan.
"Mengenai adanya insiden, sebetulnya hal-hal seperti ini justru semakin memperjelas peran dan relevansi ASEAN dalam mengelola hubungan di Laut China Selatan," kata Vahd di kantor Kemlu, Kamis (23/7/2026).
Menurut dia, Indonesia secara konsisten mendorong agar setiap sengketa di Laut China Selatan diselesaikan melalui cara-cara damai yang berlandaskan hukum internasional.
"Jadi, Indonesia mendorong penyelesaian konflik di Laut China Selatan ini bisa diselesaikan secara damai melalui dialog, diplomasi dan tentu berdasarkan pada hukum internasional termasuk UNCLOS," ujarnya.
Vahd menegaskan, meningkatnya ketegangan di kawasan seharusnya tidak menjadi alasan bagi negara-negara terkait untuk mengesampingkan mekanisme diplomasi. Sebaliknya, kondisi tersebut semakin memperkuat urgensi kerja sama regional melalui ASEAN.
"Peristiwa-peristiwa tersebut justru semakin memberikan kita relevansi yang lebih nyata bahwa ASEAN ini diperlukan untuk bisa mengelola hal tersebut," katanya.
Hal ini kembali menegaskan posisi Indonesia yang selama ini konsisten mendukung penyelesaian sengketa Laut China Selatan secara damai, menghormati hukum internasional, termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982, serta mendorong penguatan peran ASEAN sebagai pilar utama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.