Liputan6.com, Jakarta - Momen sederhana yang dialami seorang pekerja migran Indonesia di Taiwan bernama Deni Setiawan sukses mengundang gelak tawa warganet. Video yang memperlihatkan perjuangannya membeli kembang api tanpa bisa berbahasa Mandarin viral di media sosial karena dinilai sangat relate dengan pengalaman banyak perantau di luar negeri.
Perbedaan bahasa yang biasanya menjadi kendala justru berubah menjadi momen menghibur. Alih-alih menyerah, pekerja migran tersebut memilih menggunakan bahasa isyarat, gerakan tangan, hingga menirukan suara petasan demi menjelaskan barang yang ingin dibelinya kepada kasir minimarket.
Advertisement
Video itu pun ramai dibagikan di TikTok dan Instagram. Banyak warganet memuji kegigihan sang pekerja migran sekaligus mengapresiasi sikap ramah kasir yang tetap berusaha membantu meski komunikasi sempat berlangsung cukup unik.
Bermodal Gestur dan Suara Petasan
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah minimarket yang berada di kawasan Taichung Asean Square, Taiwan, saat momen pergantian tahun. Dalam sebuah video, Deni Setiawan, seorang pekerja pabrik asal Indonesia yang juga aktif sebagai kreator konten.
Deni menceritakan bahwa saat itu ia diminta seorang rekan kerja untuk membeli kembang api yang akan diberikan kepada anak rekannya dalam rangka merayakan tahun baru.
Karena tidak menguasai bahasa Mandarin, ia memutuskan tetap pergi sendiri dan mencoba menjelaskan kebutuhannya dengan cara yang paling sederhana.
"Saya bilang 'pretek-pretek dor-dor', happy new year sambil memperagakan gerakan tangan supaya kasir mengerti apa yang saya cari. Awalnya kasir memang belum paham, tapi saya terus mencoba menjelaskan sampai akhirnya dia mengerti barang yang saya maksud," cerita Deni.
Momen tersebut kemudian direkam dan diunggah ke media sosial pada 1 Januari 2026. Tak disangka, video itu langsung menarik perhatian banyak pengguna internet.
Warganet Salut dengan Kesabaran Kasir
Salah satu hal yang membuat video tersebut banyak disukai adalah interaksi alami antara Deni dan kasir minimarket. Meski sempat kebingungan memahami maksud pembelinya, kasir tetap melayani dengan sabar hingga akhirnya berhasil menemukan barang yang dicari.
Menurut Deni, pengalaman seperti itu bukanlah hal yang baru baginya. Ia mengaku sering mengalami kesulitan berkomunikasi ketika berbelanja di Taiwan dan kerap menjadikannya sebagai konten media sosial.