Pemda DIY Minta Masyarakat Waspadai Video Penipuan Catut Sri Sultan Hamengku Buwono X

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menjadi sasaran hoaks menggunakan AI, simak selengkapnya dalam artikel ini!

oleh Adyaksa VidiDiterbitkan 23 Juli 2026, 15:00 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menjadi sasaran hoaks menggunakan AI. (Liputan6.com/Hendro Ary Wibowo)

Liputan6.com, Jakarta - Pemda DIY meminta masyarakat mewaspadai video hoaks yang menyerupai Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Mereka menyebut video Sri Sultan meminta masyarakat untuk mengirim uang merupakan buatan AI.

Belum lama ini video Sri Sultan beredar melalui aplikasi percakapan. Isi video mengarahkan seseorang agar melakukan pembayaran sebelum barang tersebut dikirim.

Video tersebut juga menyebutkan nama seseorang, sesuatu yang selama ini tidak pernah disampaikan Sri Sultan dalam komunikasi resmi maupun wawancara.

"Hasil pengecekan kami menunjukkan bahwa video tersebut bukan berasal dari dokumentasi Humas Pemerintah Daerah DIY. Dari isi maupun cara penyampaiannya, kami memastikan itu merupakan video hasil rekayasa menggunakan AI," ujar Pranata Humas Ahli Madya Diskominfo DIY, Ditya Nanaryo Aji dilansir laman Jogjaprov.go.id.

"Narasi yang dibangun di dalam video juga mengarah pada dugaan modus penipuan dengan memanfaatkan kemiripan wajah dan suara hasil rekayasa AI. Selama kami mendampingi kegiatan kehumasan, Ngarsa Dalem tidak pernah menyampaikan pernyataan yang masuk ke ranah pribadi seseorang seperti yang tergambar dalam video tersebut. Karena itu kami dapat memastikan bahwa konten tersebut bukan pernyataan beliau," katanya menegaskan.

Pemda DIY pun mengimbau masyarakat untuk tidak langsung percaya video yang mengatasnamakan pemerintah maupun pejabat publik yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan.

"Kami ingin masyarakat semakin memahami bahwa teknologi AI dapat disalahgunakan untuk membuat konten yang tampak meyakinkan. Karena itu, setiap menerima video atau informasi yang mengatasnamakan Pemda DIY maupun Gubernur, pastikan terlebih dahulu sumbernya sebelum mempercayai atau menyebarkannya," ujar Ditya.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya