Pelaku pasar mengantisipasi pengumuman suku bunga acuan/BI Rate akan mempengaruhi pergerakan indeks saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak mendatar.
Kepala Riset PT Universal Securities, Satrio Utomo menuturkan, ada kekhawatiran Bank Indonesia (BI) akan menaikkan suku bunga acuannya.
Pidato pimpinan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve Janet Yellen yang mengungkapkan akan mempertahankan penarikan dana stimulus moneter (tapering off). Dengan tapering off yang terus dilanjutkan itu akan menjadi pertimbangan BI untuk menaukkan suku bunga acuannya.
Menurut Satrio, seharusnya Bank Indonesia (BI) juga tidak perlu menaikkan suku bunga acuan. Bila suku bunga acuan naik dikhawatirkan akan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Menurut Satrio, data makro ekonomi cukup positif yang dirilis awal tahun diharapkan juga dapat menjadi pertimbangan BI.
"BI Rate naik maka memberikan sentimen negatif. Pertumbuhan ekonomi dikhawatirkan melambat. Investor asing juga melihat kondisi ekonomi bila ekonomi bagus maka mereka akan masuk sehingga itu dapat berdampak ke rupiah," kata Satrio.
Satrio menilai, pelaku pasar cenderung berhati-hati mengambil posisi untuk masuk ke pasar saham menjelang pengumuman suku bunga acuan.Sentimen lainnya yaitu melihat kondisi bursa saham regional dan global.
"Bila indeks Dow Jones ditutup naik tipis maka bursa saham Indonesia akan cenderung flat," tutur Satrio, yang ditulis Kamis (13/2/2014).
Satrio mengatakan, IHSG akan bergerak di kisaran resistance 4.500-4.510. Sedangkan IHSG akan berada di level support 4.480-4.483. "Bila IHSG ditutup di bawah kisaran support maka IHSG berpotensi negatif," kata Satrio.
Sementara itu, Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, IHSG masih memiliki potensi menguat. IHSG kembali diuji untuk dapat menunjukkan kekuatannya menembus level resistance kuat di kisaran 4.510.
"Level 4.510 sebagai batasan terdekat untuk mengkonfirmasi kenaikan lanjutan dan konfirmasi lanjutan dari dimulainya pembentukan pola uptred jangka menengah bagi IHSG, support saat ini terjaga bagus di level 4.444," kata William.
Selain itu, William menambahkan, dana asing yang terus masuk ke pasar modal juga diharapkan dapat memberikan sentimen positif untuk IHSG. "IHSG akan berada di kisaran 4.444-4.537 pada Kamis pekan ini," ujar William.
Rekomendasi Saham
William memilih sejumlah saham yang dapat diperhatikan pada Kamsi pekan ini. Saham-saham itu antara lain saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).
Sedangkan Satrio lebih memilih saham-saham grup Astra untuk dicermati oleh pelaku pasar. Saham-saham itu antara lain saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), UNTR, dan ASII.
"Posisi buy untuk saham grup Astra tersebut," kata Satrio.
Rekomendasi Teknikal
Analis PT HD Capital Tbk, Yuganur Widjanarko juga memilih saham ASII. Yuganur mengatakan, bila terjadi aksi ambil untung pasca ke level Rp 6.525-Rp 6.450 maka breakout dari trading range tiga hari di saham ASII.
"Aksi ambil untung setelah level Rp 6.525-Rp 6.450 ini menciptakan kesempatan bargain huntung untuk speculative buy," ujar Yuganur.
Yuganur merekomendasikan, entry (1) Rp 6.525, entry (2) Rp 6.450, dan cut loss point Rp 6.375.
"Buy dengan trading target Rp 6.700," kata Yuganur. (Ahm)
Kepala Riset PT Universal Securities, Satrio Utomo menuturkan, ada kekhawatiran Bank Indonesia (BI) akan menaikkan suku bunga acuannya.
Pidato pimpinan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve Janet Yellen yang mengungkapkan akan mempertahankan penarikan dana stimulus moneter (tapering off). Dengan tapering off yang terus dilanjutkan itu akan menjadi pertimbangan BI untuk menaukkan suku bunga acuannya.
Menurut Satrio, seharusnya Bank Indonesia (BI) juga tidak perlu menaikkan suku bunga acuan. Bila suku bunga acuan naik dikhawatirkan akan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Menurut Satrio, data makro ekonomi cukup positif yang dirilis awal tahun diharapkan juga dapat menjadi pertimbangan BI.
"BI Rate naik maka memberikan sentimen negatif. Pertumbuhan ekonomi dikhawatirkan melambat. Investor asing juga melihat kondisi ekonomi bila ekonomi bagus maka mereka akan masuk sehingga itu dapat berdampak ke rupiah," kata Satrio.
Satrio menilai, pelaku pasar cenderung berhati-hati mengambil posisi untuk masuk ke pasar saham menjelang pengumuman suku bunga acuan.Sentimen lainnya yaitu melihat kondisi bursa saham regional dan global.
"Bila indeks Dow Jones ditutup naik tipis maka bursa saham Indonesia akan cenderung flat," tutur Satrio, yang ditulis Kamis (13/2/2014).
Satrio mengatakan, IHSG akan bergerak di kisaran resistance 4.500-4.510. Sedangkan IHSG akan berada di level support 4.480-4.483. "Bila IHSG ditutup di bawah kisaran support maka IHSG berpotensi negatif," kata Satrio.
Sementara itu, Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, IHSG masih memiliki potensi menguat. IHSG kembali diuji untuk dapat menunjukkan kekuatannya menembus level resistance kuat di kisaran 4.510.
"Level 4.510 sebagai batasan terdekat untuk mengkonfirmasi kenaikan lanjutan dan konfirmasi lanjutan dari dimulainya pembentukan pola uptred jangka menengah bagi IHSG, support saat ini terjaga bagus di level 4.444," kata William.
Selain itu, William menambahkan, dana asing yang terus masuk ke pasar modal juga diharapkan dapat memberikan sentimen positif untuk IHSG. "IHSG akan berada di kisaran 4.444-4.537 pada Kamis pekan ini," ujar William.
Rekomendasi Saham
William memilih sejumlah saham yang dapat diperhatikan pada Kamsi pekan ini. Saham-saham itu antara lain saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).
Sedangkan Satrio lebih memilih saham-saham grup Astra untuk dicermati oleh pelaku pasar. Saham-saham itu antara lain saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), UNTR, dan ASII.
"Posisi buy untuk saham grup Astra tersebut," kata Satrio.
Rekomendasi Teknikal
Analis PT HD Capital Tbk, Yuganur Widjanarko juga memilih saham ASII. Yuganur mengatakan, bila terjadi aksi ambil untung pasca ke level Rp 6.525-Rp 6.450 maka breakout dari trading range tiga hari di saham ASII.
"Aksi ambil untung setelah level Rp 6.525-Rp 6.450 ini menciptakan kesempatan bargain huntung untuk speculative buy," ujar Yuganur.
Yuganur merekomendasikan, entry (1) Rp 6.525, entry (2) Rp 6.450, dan cut loss point Rp 6.375.
"Buy dengan trading target Rp 6.700," kata Yuganur. (Ahm)