Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap pesan khusus dari Presiden Prabowo Subianto usai dirinya dilantik memimpin lembaga tersebut. Prabowo meminta Sudaryono bergerak cepat menyelesaikan berbagai persoalan tata kelola yang tengah membelit BGN.
Sudaryono mengatakan, target yang diberikan Prabowo tidak panjang, tetapi pesannya tegas. Dia diminta untuk segera menghadapi masalah yang ada dan tidak menghindarinya.
Advertisement
"Target khusus ya efektif, efisien, cepat, cepat selesai gitu lho. Pak Presiden satu arahannya, 'You have to run into the problem'," kata Sudaryono di Kantor BGN, Rabu (22/7).
"Kita harus mau lari, kita selesaikan persoalan. Caranya bagaimana? Caranya adalah 'Love your people and use your common sense (sayangi orang-orangmu dan gunakan akal sehatmu)," tambahnya.
Sudaryono menyadari betul BGN saat ini memiliki masalah dalam hal tata kelola. Dia tak menampik terdapat penyelewengan, pelanggaran hukum, hingga kurangnya transparansi dalam tubuh BGN.
Sederet persoalan tersebut kini menjadi atensinya. Sudaryono pun sudah menyampaikan hal itu kepada timnya yang baru di BGN.
"Saya sampaikan kepada tim bahwa kita mengetahui dan kita tahu, kita menyadari ada persoalan, dan kita harus 'run into the problem'. Kita harus mau menyelesaikan persoalan, tidak boleh kita lari dari masalah," katanya.
Pegawai Terseret Kasus Diserahkan ke Penegak Hukum
Bila ada pegawai BGN yang tersandung masalah hukum, Sudaryono menegaskan proses tersebut sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum. Hal itu berlaku bagi pihak yang diperiksa sebagai saksi maupun yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
"Saya ingin yang urusan hukum adalah urusannya penegak hukum. Maka kita menyerahkan sepenuhnya investigasi, kita menyerahkan sepenuhnya penyelidikan dan penyidikan kepada penegak hukum yang sedang menegakkan hukum terkait tata kelola yang kemarin kita hadapi," jelas Sudaryono.
Menurutnya, BGN akan mendukung penuh proses penegakan hukum yang berjalan. Namun, dia meminta jajaran tidak larut dalam persoalan hukum yang ada dan tetap fokus menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
"Jadi saya ingin tim saya yang punya kasus hukum, mungkin yang jadi saksi, mungkin yang jadi tersangka dan lain-lain, diikuti proses. Dan kita siap full support untuk penegakan hukum," imbuhnya.