Banyuwangi Ethno Carnival 2026 Ramai Pengunjung, Okupansi Penerbangan Tembus 90 Persen

Gelaran Banyuwangi Ethno Carnival 2026 meningkatkan jumlah wisatawan dan membuat tingkat keterisian penerbangan hampir penuh.

oleh Gilar RamdhaniDiterbitkan 22 Juli 2026, 17:17 WIB
Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026.

Liputan6.com, Banyuwangi - Gelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 kembali memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata. Salah satu indikatornya terlihat dari meningkatnya jumlah wisatawan yang datang melalui Bandara Banyuwangi menjelang pelaksanaan ajang budaya tahunan tersebut.

General Manager Bandara Banyuwangi, Mohamad Holik Muardi, mengatakan lonjakan permintaan perjalanan udara mulai terlihat beberapa hari sebelum BEC digelar pada Sabtu 18 Juli 2026. Bahkan, tingkat keterisian kursi penerbangan rute Jakarta-Banyuwangi nyaris penuh.

"Menjelang pelaksanaan BEC, kami mencatat adanya peningkatan permintaan perjalanan udara. Tingkat keterisian kursi penerbangan rute Jakarta-Banyuwangi bahkan telah mencapai sekitar 90 persen," kata Holik, dikutip Rabu (22/7/2026).

Data Bandara Banyuwangi menunjukkan sebanyak 176 penumpang tiba dari Jakarta pada Rabu (15/7/2026). Sementara itu, pada Kamis (16/7/2026), jumlah penumpang yang datang mencapai 167 orang.

Menurut Holik, tingginya mobilitas wisatawan menunjukkan Banyuwangi Ethno Carnival tidak hanya menjadi atraksi budaya, tetapi juga semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu agenda pariwisata unggulan berskala nasional yang mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah.

 

Okupansi Rute Jakarta–Banyuwangi Tembus 90 Persen

Selain meningkatkan jumlah penumpang di Bandara Banyuwangi, penyelenggaraan BEC 2026 juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut merasakan peningkatan aktivitas selama berlangsungnya acara.

"BEC memberikan dampak positif terhadap sektor transportasi udara dan perekonomian daerah," sambung Holik.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Banyuwangi Ethno Carnival mengangkat tema "Perang Bayu", yang mengisahkan perjuangan heroik masyarakat Banyuwangi melawan penjajahan Belanda pada abad ke-18. Kisah tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah berdirinya Kabupaten Banyuwangi.

Tak hanya menghadirkan parade kostum etnik spektakuler, rangkaian BEC Week juga diisi beragam kegiatan yang berlangsung pada 16-19 Juli 2026. Puncak acara digelar pada Sabtu (18/7/2026) mulai pukul 13.00 WIB dengan parade kolosal yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya