Bawaslu: Hoaks Berbasis AI Tantangan Besar Jelang Pemilu 2029

Bawaslu mengantisipasi hoaks menggunakan AI untuk Pemilu 2029.

oleh Adyaksa VidiDiterbitkan 22 Juli 2026, 20:00 WIB
Bawaslu mengantisipasi hoaks menggunakan AI untuk Pemilu 2029. (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Bawaslu mengantisipasi maraknya hoaks yang menggunakan AI jelang Pemilu 2029. Itu sebabnya beberapa hal menjadi perhatian Bawaslu agar Pemilu berjalan lancar.

Berdasarkan evaluasi pada Pemilu dan Pilkada 2024, penyebaran ujaran kebencian dan informasi palsu masih didominasi oleh akun anonim. Pola tersebut diperkirakan berpotensi berkembang lebih luas seiring semakin mudahnya pemanfaatan teknologi AI.

Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja, menjelaskan teknologi AI memberikan kemudahan dalam memproduksi dan menyebarluaskan berbagai bentuk konten digital, mulai dari teks, gambar, video, hingga rekaman suara yang semakin sulit dibedakan dari konten asli.

Selain itu, penggunaan bot, jaringan akun yang terkoordinasi, serta praktik micro-targeting terhadap kelompok pemilih tertentu dinilai dapat mempercepat penyebaran disinformasi dan memengaruhi kualitas demokrasi.

"Regulasi pemilu selama ini lebih berfokus pada peserta pemilu, penyelenggara, dan tim kampanye yang terdaftar. Sementara itu, penyebaran disinformasi berbasis AI kerap dilakukan melalui akun anonim atau pihak yang tidak terdaftar sebagai bagian dari peserta pemilu, sehingga memerlukan pengaturan yang lebih komprehensif," ujar Bagja dilansir dari situs resmi Bawaslu.

"Selain penguatan regulasi, peningkatan kapasitas pengawasan siber serta kolaborasi lintas lembaga menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan tersebut. Sinergi antarinstansi diharapkan mampu memperkuat kemampuan mendeteksi, mencegah, dan menanggulangi penyebaran disinformasi yang memanfaatkan teknologi digital," katanya menambahkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya