LRT Jabodebek Mogok Dekat Cawang, KAI Minta Maaf

Rangkaian LRT Jabodebek mendadak berhenti dekat Stasiun Cawang hingga penumpang dievakuasi.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 22 Juli 2026, 11:05 WIB
LRT Jabodebek. (Foto: LRT Jabodebek)

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) membenarkan rangkaian LRT Jabodebek Jatimulya-Dukuh Atas mendadak berhenti di dekat Stasiun Cawang. Sejumlah pengguna akhirnya diminta turun untuk beralih rangkaian LRT lainnya.

Gangguan operasional tersebut dikonfirmasi Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika. Dia mengatakan, kejadian tersebut berlangsung pada pukul 07.43 WIB, Rabu (22/7/2026) pagi tadi.

"KAI memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami akibat gangguan ini," kata Radhitya dalam keterangan resminya, Rabu (22/7/2026).

Gangguan tersebut menyebabkan keterlambatan perjalanan LRT Jabodebek sekitar 10 menit. Radhitya mengatakan, para penumpang di rangkaian yang mengalami kendala pun diturunkan di Stasiun Cawang.

"Demi menjaga keselamatan perjalanan, petugas mengarahkan pengguna untuk berpindah ke rangkaian berikutnya di Stasiun Cawang," ujarnya.

Adapun, rangkaian yang terkendala tersebut langsung diperiksa petugas seusai kejadian. "Seluruh petugas di lapangan juga telah dikerahkan untuk membantu pengguna selama proses perpindahan berlangsung," ujar Radhitya.

KAI Tambah Perjalanan LRT Jabodebek

Rangkaian kereta Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek melintas di kawasan Kuningan, Jakarta. (KLY/Arie Basuki)

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi mengoperasikan Kereta Luar Biasa (KLB) sebagai bentuk uji coba penambahan frekuensi perjalanan LRT Jabodebek pada jam sibuk (peak hour) hari kerja (weekday). 

Kebijakan ini mulai diberlakukan sejak Senin, 8 Juni 2026 hingga Jumat, 12 Juni 2026 guna meningkatkan kenyamanan para pengguna di ibu kota.

Dalam skema uji coba ini, penambahan jadwal perjalanan difokuskan pada dua relasi utama menuju pusat kota saat pagi hari. Pada relasi Jatimulya menuju Dukuh Atas BSI, perjalanan tambahan dioperasikan pada pukul 07.14 WIB, tepat di antara jadwal reguler pukul 07.08 WIB dan 07.16 WIB.

Sementara untuk relasi Harjamukti menuju Dukuh Atas BSI, kereta tambahan akan bersiap pada pukul 07.24 WIB, mengisi celah di antara jadwal reguler pukul 07.22 WIB dan 07.30 WIB.

Tampung Lonjakan Pengguna Pagi Hari

LRT Jabodebek. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan bahwa pengoperasian KLB uji coba ini didasarkan pada hasil evaluasi pola pergerakan pengguna yang menunjukkan adanya lonjakan volume pergerakan masyarakat yang sangat tinggi pada rentang waktu pagi hari.

"Uji coba penambahan frekuensi merupakan langkah adaptif KAI dalam menjawab kebutuhan mobilitas pengguna LRT Jabodebek pada jam sibuk pagi. KAI melihat adanya peningkatan kepadatan pengguna LRT Jabodebek, terutama pada stasiun-stasiun keberangkatan utama menuju pusat aktivitas di Jakarta,” ujar Radhitya Mardika dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/6/2026). 

Berdasarkan data operasional internal LRT Jabodebek, penumpukan volume pengguna pada periode hari kerja antara pukul 06.00 hingga 08.00 WIB tercatat mendominasi di sejumlah stasiun penopang.

Stasiun Harjamukti menempati posisi tertinggi dengan rata-rata melayani 6.224 pengguna per hari, diikuti Stasiun Cikunir 1 sebanyak 3.274 pengguna per hari, Stasiun Jatimulya sebanyak 2.786 pengguna per hari, serta Stasiun Jatibening Baru sebanyak 2.638 pengguna per hari.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya