Prabowo Singgung Orang Pintar Kritik MBG: Tanpa Pangan Peradaban Punah

Prabowo mengatakan, pemerintah telah menghitung setiap kebijakan dilakukan. Termasuk kebijakan pemerintah mengenai MBG.

oleh Delvira HutabaratArief Rahman HDiterbitkan 20 Juli 2026, 16:13 WIB
Presiden Prabowo Subianto

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyinggung pihak-pihak mengkritik Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu dikatakan Prabowo saat menyampaikan taklimat di hadapan kabinet Merah Putih dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026).

Prabowo mengatakan, pemerintah telah menghitung setiap kebijakan dilakukan. Termasuk kebijakan pemerintah mengenai MBG.

"Saudara-saudara setiap negara setiap perkonomian itu pasti diukur dan kita punya ukuran. Kita bertanya apakah bangsa itu bisa memberi pangan memberi makan untuk rakyatnya. Itu yang paling mendasar," kata Prabowo.

Prabowo menegaskan untuk apa Indonesia merdeka dan menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) apabila tidak bisa memberi paling dasar dari sebuah peradaban yang paling dasar yaitu makan, pangan.

"Kalau ada orang-orang pintar mengatakan bahwa ada yang lebih penting dari perut yang lapar ya saya persilakan saudara-saudara, yang saya tahu dari sejarah ribuan tahun peradaban manusia tidak ada masyarakat yang bertahan tanpa pangan, punah, peradaban punah kalau tidak ada pangan untuk menjamin pangan perlu air, perlu lingkungan yang dilestarikan, perlu lahan yang subur, perlu kebijakan yang benar," ujar Prabowo.

"Kita bertanya sekarang apakah harga pangan terkendali? apakah pupuk tersedia untuk rakyat, untuk petani dengan harga yang terjangkau? kita bertanya apakah anak-anak sekolah memperoleh makan bergizi di sekolah?" imbuh Prabowo.

Namun mantan Menteri Pertahanan ini menambahkan, kebijakan makan bergizi gratis itu kerap mendapat kritik dari sejumlah ekonom.

"Saudara-saudara saya diserang karena memberi makan bergizi untuk anak-anak Indoensia. Memberi makan untuk anak-anak Indonesia, untuk ibu-ibu hamil, untuk orang-orang lansia dianggap pemborosan, tapi ribuan triliun yang menguap yang pergi dari bumi Indonesia setiap tahun selama 34 tahun tidak ada komentar, tidak ada pakar yang protes, tidak ada investigasi," kata Prabowo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya