Rincian Pengeluaran Suporter Piala Dunia 2026, Tiket Pesawat sampai Hotel

Puluhan hingga ratusan juta rupiah menjadi anggaran yang disiapkan sebagian besar suporter selama Piala Dunia 2026.

oleh Alfareza RamadhaniDiterbitkan 22 Juli 2026, 14:00 WIB
Suporter Skotlandia atau Tartan Army bernyanyi dan meneriakkan yel-yel di area fanzone Gillette Stadium, Foxborough, Amerika Serikat, Jumat (19/6/2026), menjelang laga melawan Maroko pada Piala Dunia 2026. Mereka mengenakan kilt tradisional, membawa bendera Saltire, serta berbagai atribut khas Skotlandia. (KLY Sports/Hery Kurniawan)

Liputan6.com, Jakarta - Menyaksikan Piala Dunia secara langsung menjadi impian banyak pencinta sepak bola. Edisi 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko membuka peluang bagi wisatawan untuk menggabungkan agenda menonton pertandingan dengan liburan ke berbagai destinasi.

Biaya yang harus disiapkan tidak hanya mencakup tiket pertandingan. Suporter juga memperhitungkan harga tiket pesawat, penginapan, transportasi antarkota, konsumsi, hingga pengeluaran untuk berwisata selama mengikuti turnamen. Besarnya biaya tersebut bergantung pada jumlah pertandingan yang ditonton, kota yang dikunjungi, serta lama perjalanan.

Berdasarkan pengalaman sejumlah suporter dari berbagai negara, total pengeluaran selama Piala Dunia sangat bervariasi. Ada yang hanya menghabiskan kurang dari USD 1.000 (sekitar Rp 18 juta) karena tinggal di kota penyelenggara dan menonton satu pertandingan.

Sebaliknya, ada pula penggemar yang rela merogoh kocek lebih dari USD 19.000 (sekitar Rp 313 juta) untuk mengikuti belasan pertandingan di berbagai kota sepanjang turnamen, melansir The New York Times, Senin, 20 Juli 2026.

Meski membutuhkan dana yang tidak sedikit, banyak suporter menilai pengalaman tersebut sepadan. Atmosfer stadion yang sulit ditemukan di tempat lain, kesempatan bertemu pendukung dari berbagai negara, serta pengalaman menjelajahi kota-kota baru menjadi alasan perjalanan ke Piala Dunia sering dianggap sebagai momen sekali seumur hidup.

Bagi sebagian besar suporter, tiket pertandingan menjadi komponen pengeluaran paling besar selama rangkaian pertandingan Piala Dunia 2026. Harganya bervariasi, tergantung fase pertandingan, kategori tempat duduk, serta apakah tiket dibeli melalui penjualan resmi atau pasar jual beli kembali.

Tiket Masih Jadi Pengeluaran Terbesar

Tahap pertama yang juga disebut "Visa Presale Draw" mengharuskan suporter untuk mendaftarkan Kode Identifikasi Penggemar (Fan ID) di laman resmi FIFA. Hanya pemegang kartu Visa berusia di atas 18 tahun yang dapat mendaftar. (ULISES RUIZ/AFP)

Penggemar yang hanya menyaksikan laga fase grup umumnya mengeluarkan ratusan dolar AS untuk satu tiket. Nominal tersebut meningkat tajam saat memasuki babak gugur hingga final.

Seorang suporter bahkan mengaku membayar sekitar USD 3.400 (sekitar Rp 61 juta) hanya untuk satu tiket final, sementara penggemar lain menghabiskan ribuan dolar AS demi mengikuti beberapa pertandingan di kota yang berbeda.

Untuk menekan biaya, banyak suporter memilih membeli tiket melalui undian resmi FIFA sejak jauh hari. Cara ini dinilai lebih menguntungkan karena harga tiket sesuai tarif resmi. Sebaliknya, pembelian melalui pasar resale sering kali membuat pengeluaran membengkak akibat harga yang jauh lebih mahal, terutama untuk pertandingan yang paling diminati.

Akomodasi hingga Wisata Ikut Menambah Anggaran

Ratusan suporter memadati FIFA Store di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, untuk berburu jersey dan merchandise resmi Piala Dunia 2026 menjelang laga fase grup Prancis melawan Senegal. Antusiasme penggemar membuat area toko dipenuhi pembeli dari berbagai negara. (KLY Sports/Hery Kurniawan)

Biaya perjalanan juga menyumbang porsi besar dalam anggaran menonton Piala Dunia. Pengeluaran tersebut mencakup tiket pesawat internasional, transportasi antarkota, akomodasi, hingga kebutuhan makan selama berada di negara tuan rumah.

Sebagian suporter memilih menginap di rumah teman atau berbagi biaya penginapan dengan rombongan agar lebih hemat. Ada pula yang memasak sendiri untuk menekan pengeluaran sehari-hari.

Di luar agenda pertandingan, banyak penggemar memanfaatkan perjalanan ini untuk berwisata. Mereka mengunjungi landmark ikonik, menikmati pertunjukan lokal, hingga berburu suvenir sebagai kenang-kenangan.

Bagi banyak suporter, Piala Dunia bukan sekadar ajang menyaksikan pertandingan sepak bola, melainkan kesempatan menjelajahi kota-kota baru dan menikmati liburan yang telah direncanakan sejak lama. Pengalaman tersebut membuat perjalanan terasa lebih berkesan meski membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Pengalaman Sebanding dengan Pengeluaran

Suporter Timnas Prancis bersorak sambil mengibarkan bendera usai Les Bleus mengalahkan Swedia 3-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New York, New Jersey, Selasa (30/6/2026) waktu setempat atau Rabu (1/7/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini memastikan Prancis melaju ke babak 16 besar. (KLY Sports/Hery Kurniawan)

Meski harus mengeluarkan biaya besar, sebagian besar suporter mengaku tidak menyesali keputusan mereka datang langsung ke Piala Dunia 2026. Bagi mereka, pengalaman menyaksikan turnamen sepak bola terbesar di dunia dari dalam stadion tidak dapat tergantikan oleh siaran televisi.

Suasana tribun yang dipenuhi pendukung dari berbagai negara, kemeriahan fan zone, serta kesempatan melihat tim favorit bertanding menjadi momen yang paling berkesan. Bahkan, ada penggemar yang rela mengurangi anggaran liburan setelah turnamen karena sebagian besar tabungannya telah dialokasikan untuk perjalanan tersebut.

Pengalaman itu dinilai sepadan dengan biaya yang dikeluarkan. Meski demikian, perencanaan anggaran sejak awal tetap menjadi kunci agar perjalanan berlangsung nyaman dan kondisi keuangan tetap terjaga setelah Piala Dunia usai.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya