Pemerintah Jamin Warung Pangan Bukan Pesaing Koperasi Desa Merah Putih

Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih akan berfungsi sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam menyalurkan subsidi.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 20 Juli 2026, 14:00 WIB
Koperasi Merah Putih di Pondok Kelapa (Foto: Devira/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq menegaskan Warung Pangan bukan pesaing dari Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Keduanya akan berjalan sesuai dengan mandatnya masing-masing.

Hanif menjelaskan, ada ribuan mitra Warung Pangan yang dirilis Holding BUMN Pangan ID Food untuk stabilisasi harga di pasaran. Caranya, ID Food memasok dengan harga murah dengan catatan mitra Warung Pangan menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Mandat ini tak serta merta berbenturan dengan KDKMP.

"Warung Pangan yang coba diintervensi sebagai salah satu alat atau instrumen stabilisator harga. Kita tidak kemudian membentur-benturkan dengan instrumen yang lain. Seumpama hari ini pemerintah dengan masif membangun KDKMP," kata Hanif di Pasar Tebet Timur, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, KDKMP akan berfungsi sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam menyalurkan subsidi. Termasuk berbagai macam barang subsidi untuk bisa langsung diterima masyarakat.

"KDKMP ini tidak kemudian dibentur-benturkan untuk bisnis yang ada, tetapi mengambil chance yang kemudian masih terputus. Kita masih kemudian membayangkan bahwa barang-barang subsidi, program bantuan sosial. Ini pada saat sampai ke mitra kita, masyarakat harganya tidak seperti yang kita lepas. Maka disitulah fungsi infrastruktur KDKMP," jelas dia.

Sementara itu, Warung Pangan dengan skema distribusinya diharapkan menjadi stabilisator harga di pasaran. Salah satu sasarannya melalui kantong stok yang terbesar di pasar tradisional.

"Warung Pangan ini kita harapkan terus berkembang dan tidak hanya pada barang-barang yang menjadi subsidi pemerintah, tetapi barang-barang yang kemudian menyebabkan inflasi," jelas dia.

 

 

Sama-sama Jalankan Mandat Prabowo

Koperasi Merah Putih di Melawai (Foto: Devira/Liputan6.com)

Senada, Direktur Utama ID Food, Ghimoyo menekankan Warung Pangan yang dirilisnya bukan bersaing dengan KDKMP. ID Food sebagai BUMN Pangan akan sama-sama menjalankan mandat Presiden Prabowo Subianto.

"Ada dua perangkat besar pemerintah sekarang, yaitu lewat KDKMP dengan kita tetap mengaktifkan pasar-pasar tradisional. Jadi, tidak ada yang bertabrakan. Jadi, KDKMP nanti akan berfokus kepada barang-barang yang disubsidi pemerintah. Jadi, supaya itu langsung ke masyarakat, tidak ada keterlibatan orang lain lagi," tuturnya.

Sementara itu, ID Food melakukan stabilisasi harga di luar barang subsidi tadi. Targetnya pun pasar-pasar tradisional. "Karena ID Food nanti mendapat mandat sebagai BUMN Pangan, khususnya perdagangannya yang akan bermain di aneka pangan, salah satunya," tegas dia.

Warung Pangan Permudah Akses Pedagang

Sebelumnya, Wamen Hanif Faisol Nurofiq mengatakan akses barang-barang bagi pedagang pasar tradisional kerap terkendala. Pasokan dari Warung Pangan milik PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID Food mampu menjadi salah satu solusi.

Hanif menjelaskan, akses barang tersebut yang kerap mempengaruhi harga jual barang di pasaran nantinya. Akses barang grosir maupun industri lebih sering menyentuh pasar ritel moderen.

"Sementara yang kemudian mendapat akses ke grosir dan industri itu biasanya pasar-pasar moderen, pasar-pasar tradisional ini setengah mati untuk mendapat akses stok barang yang akan dipasarkan," kata Hanif.

Jaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga

Dengan demikian, dia berharap dekatnya stok pangan milik Holding BUMN Pangan, ID Food bisa menjadi solusi. Utamanya dalam rangka menjamin stok barang di pasaran melalui Warung Pangan.

"Tentu keberadaan ID Food dengan inovasi warung pangan ini kita harapkan menjadi infrastruktur yang cukup masif di dalam rangka menjaga keterjangkauan dan stabilitas harga," ujar dia.

Hanif mengatakan, ID Food sebagai BUMN Pangan punya mandat stabilisasi harga pasar. Warung Pangan yang dikelola perusahaan itu disebut mampu jadi salah satu instrumen stabilisasi.

"Kita maklumi bahwa harga di pasar tradisional ini susah sekali untuk kemudian kita pegang dengan kuat sehingga keberadaan warung pangan ini akan mengintervensi pada saat kemudian tidak stabil," kata Hanif.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya