Serangan Drone Ukraina Tewaskan 9 Orang di Rusia

Serangan drone Ukraina menghantam dua gudang besar, salah satunya berada di sebelah timur Moskow.

oleh Septian DenyDiterbitkan 19 Juli 2026, 10:31 WIB
Ilustrasi. Serangan drone Ukraina menghantam dua gudang besar, salah satunya berada di sebelah timur Moskow. (Dok. AP/Efrem Lukatsky, Arsip)

Liputan6.com, Kyiv - Serangan drone Ukraina menghantam dua gudang besar, salah satunya berada di sebelah timur Moskow, dalam serangkaian serangan yang berlangsung sepanjang malam hingga Sabtu siang. Sedikitnya sembilan orang tewas dan lebih dari 80 lainnya terluka, menurut pejabat Rusia.

Pasukan Ukraina terus melancarkan serangan udara terhadap infrastruktur energi dan target militer di dalam wilayah Rusia. Serangan tersebut ditujukan untuk mengganggu upaya perang Moskow sekaligus membuat warga Rusia merasakan dampak invasi besar-besaran Kremlin ke Ukraina yang kini telah memasuki tahun kelima.

Menurut pejabat Rusia, dua gudang milik Wildberries, salah satu perusahaan ritel daring terbesar di Rusia, dihantam drone Ukraina pada Sabtu dini hari. Salah satu gudang berada di Kota Kotovsk, wilayah Tambov, sekitar 360 kilometer dari perbatasan Ukraina. Gudang lainnya terletak di Kota Elektrostal, sekitar 50 kilometer sebelah timur Moskow.

Gubernur Wilayah Moskow Andrei Vorobyov mengatakan, sebuah drone Ukraina juga menghantam depot minyak di Kota Noginsk, yang berada di sebelah utara Elektrostal. Serangan itu memicu kebakaran dan memaksa otoritas mengevakuasi sebuah rumah sakit bersalin serta sebuah gedung permukiman di dekat lokasi.

Pecahan drone juga menghantam sebuah bangunan taman kanak-kanak dan memicu kebakaran yang kemudian berhasil dipadamkan, kata Vorobyov.

Gubernur Tambov Yevgeny Pervyshov mengatakan tujuh pekerja shift malam tewas dalam serangan terhadap gudang di Kotovsk. Sebanyak 25 orang lainnya terluka.

Sementara itu, Vorobyov melaporkan 61 orang terluka di wilayah Moskow. Sebanyak 20 orang menjalani perawatan jalan dan 40 lainnya harus dirawat di rumah sakit. Satu orang meninggal akibat luka-luka yang dideritanya.

Satu orang lainnya tewas dan seorang lagi terluka dalam serangan drone Ukraina di wilayah Belgorod pada Sabtu siang, menurut pejabat setempat.

Pendiri Wildberries Tatyana Kim mengatakan kedua gudang terbakar akibat serangan tersebut. Kebakaran di Kotovsk telah berhasil dipadamkan. Sementara itu, gambar dan video yang beredar di media Rusia memperlihatkan kobaran api besar di fasilitas Elektrostal, dengan kepulan asap tebal membumbung tinggi.

 

Serangan Jarak Jauh Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. (Dok.  AP/Jose Luis Magana)

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan dalam unggahan di Telegram pada Sabtu bahwa serangan jarak jauh Ukraina menghantam dua fasilitas logistik penting di wilayah Moskow dan Tambov.

Di Kota Vladimir, sekitar 180 kilometer sebelah timur Moskow, sebuah drone Ukraina menghantam sebuah gedung permukiman dan memicu kebakaran singkat. Gubernur Vladimir Alexander Avdeyev mengatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Zelenskyy juga mengatakan pasukan operasi khusus Ukraina melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Laut Azov dan wilayah yang diduduki Rusia.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina menyatakan depot bahan bakar di Noginsk yang menjadi sasaran serangan memasok kebutuhan militer Rusia.

Militer Ukraina juga mengklaim telah menyerang dua kapal tanker, dua crane apung, dan sebuah kapal tunda di Laut Hitam dan Laut Azov. Menurut mereka, kapal-kapal tersebut digunakan untuk mengangkut minyak, bahan bakar, dan kargo militer.

Dalam serangan terpisah, militer Ukraina mengatakan telah menghantam kapal patroli kelas Project 10410 Svetlyak di Kerch. Ukraina menyebut kapal tersebut sebagai kapal kedua dari kelas yang sama yang diserang dalam dua hari terakhir.

Pasukan Ukraina juga menyerang jembatan kereta api di atas Sungai Bila, dekat Sabivka, wilayah Luhansk yang diduduki Rusia. Menurut militer Ukraina, jembatan tersebut digunakan Rusia untuk mendukung logistik militer.

Secara keseluruhan, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan sistem pertahanan udaranya mencegat 379 drone Ukraina sepanjang malam. Drone-drone tersebut disebut terdeteksi di 19 wilayah Rusia, serta di Krimea yang dianeksasi secara ilegal oleh Rusia, Laut Azov, dan Laut Hitam.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya