AS Kembali Serang Iran Usai Dua Personel Tewas di Yordania

AS melancarkan serangan udara baru terhadap Iran usai dua personel militernya tewas di Yordania.

oleh Septian DenyDiterbitkan 19 Juli 2026, 07:35 WIB
Ilusttrasi. AS melancarkan serangan udara baru terhadap Iran usai dua personel militernya tewas di Yordania. (AP Photo/Vahid Salemi)

Liputan6.com, Washington - Militer AS mengatakan pada hari Minggu (19/7/2026), bahwa mereka melancarkan serangan udara baru terhadap Iran. AS beralasan serangan tersebut untuk “segera menghukum” Garda Revolusi Iran atas serangan di Yordania yang menewaskan dua personel militer AS, menyebabkan satu orang hilang, dan membuat empat lainnya harus dirawat di rumah sakit.

Dikutip dari Associated Press, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan serangan tersebut juga ditujukan untuk semakin melemahkan kemampuan Iran dalam membatasi lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz. Sebelum perang berlangsung, jalur perairan strategis itu menjadi rute bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Badan berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan serangan terbaru menyasar wilayah di dekat Sirik, di kawasan Selat Hormuz, sekitar pukul 01.30 waktu setempat. Laporan itu mengutip keterangan otoritas setempat di Provinsi Hormozgan, Iran bagian selatan.

Serangan terbaru dilancarkan setelah militer AS mengumumkan kematian personel militernya akibat serangan langsung Iran untuk pertama kalinya sejak hari-hari awal perang. Serangan drone dan rudal terhadap sebuah pangkalan militer AS di Yordania pada Jumat menewaskan dua personel, sementara satu lainnya dilaporkan hilang dan empat orang harus menjalani perawatan di rumah sakit.

CENTCOM tidak mengungkap identitas para korban maupun memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kematian tersebut.

Sejak perang dimulai, sebanyak 16 personel militer AS telah tewas dan lebih dari 430 lainnya mengalami luka-luka.

Beberapa menit sebelum AS mengumumkan kematian personelnya pada Sabtu, Pemimpin Tertinggi Iran memperingatkan akan adanya “pelajaran yang tak terlupakan” jika Washington terus melancarkan serangan terhadap Republik Islam Iran.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya