Liputan6.com, Jakarta - PT Kia Sales Indonesia (KSI) siap memanfaatkan ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 sebagai panggung untuk memperkenalkan lini produk terbarunya kepada konsumen Tanah Air. Salah satu model yang paling dinanti adalah KIA Seltos, SUV kompak yang akan bersaing di segmen dengan kompetisi semakin ketat.
Meski pasar SUV kompak kini dipenuhi berbagai pemain, termasuk model-model berteknologi hybrid, pabrikan asal Korea Selatan itu mengaku tetap optimistis Seltos mampu menarik perhatian konsumen Indonesia.
Advertisement
VP Operations Kia Sales Indonesia, Harry Yanto, mengatakan respons awal masyarakat terhadap Seltos menjadi modal positif menjelang peluncuran resminya.
"Kalau dibilang optimistis, ya kita lihat beberapa komentar dari rekan-rekan, semua berkomentar bahwa secara desain KIA Seltos itu bagus. Cuma mereka memang masih menunggu dari sisi harga," ujar Harry di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, tingkat optimisme perusahaan akan semakin meningkat setelah harga resmi diumumkan dan mendapat respons dari pasar.
Di kelas SUV kompak, persaingan kini tidak hanya datang dari model bermesin konvensional, tetapi juga kendaraan hybrid yang semakin agresif menawarkan efisiensi bahan bakar.
Harry mengakui tren tersebut menjadi salah satu tantangan. Namun, menurutnya, preferensi konsumen masih sangat dinamis dan dipengaruhi berbagai faktor, termasuk fluktuasi harga bahan bakar.
Karena itu, KIA tetap percaya diri Seltos memiliki daya saing berkat kombinasi desain, fitur, serta kualitas produk yang ditawarkan.
Optimisme tersebut juga didukung performa KIA Seltos di pasar internasional. Berdasarkan data internal perusahaan, selama periode Januari hingga Juni tahun ini, penjualan global Seltos mencapai sekitar 175 ribu unit.
Bahkan, rata-rata penjualannya mampu menyentuh sekitar 35 ribu unit setiap bulan.
Ogah Perang Harga
Harry menjelaskan, India menjadi pasar terbesar bagi Seltos. Berbeda dengan Korea Selatan yang konsumennya lebih banyak memilih SUV berukuran lebih besar.
"Paling banyak saat ini kalau saya bisa lihat itu dari India. Karena kalau di Korea sendiri, segmen mereka bukan kelas Seltos, sudah di atasnya seperti Sorento atau Sportage. Negara maju cenderung memilih mobil yang lebih besar," jelasnya.
Untuk pasar Indonesia, KIA memastikan Seltos yang akan dijual masih didatangkan secara completely built up (CBU) dari fasilitas produksi KIA di India.
Di tengah masuknya berbagai merek otomotif baru, terutama dari China yang menawarkan harga kompetitif, KIA memilih tidak terlibat dalam perang harga.
Strategi perusahaan lebih difokuskan pada peningkatan kualitas produk dibanding mengejar harga murah.
Harry mengatakan KIA menjadikan Initial Quality Study (IQS) sebagai salah satu tolok ukur utama. Berdasarkan survei JD Power di Amerika Serikat, KIA beberapa kali mencatatkan hasil terbaik dalam aspek kualitas awal kendaraan dengan tingkat keluhan pelanggan yang rendah.
"Kalau main harga, kita tidak bisa. Fokusnya KIA adalah bagaimana memberikan kualitas sebuah kendaraan dari sisi kenyamanan, performa, dan kelegaan. Kita coba memberikan yang lebih di situ," pungkas Harry.