Liputan6.com, Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat Telkom Enterprise meraih pendapatan sekitar Rp 19 triliun. Meski pertumbuhan pendapatan masih menghadapi tantangan, potensi peningkatan kinerja dinilai masih sangat besar apabila transformasi dijalankan secara konsisten.
"Revenue saat ini Rp 19 triliun, growth memang masih minus. Tapi kalau dibangun dengan benar, kita yakin bisa tembus pertumbuhan 25 sampai 30%. Global player saja bisa, masa negara dengan populasi dan GDP terbesar keempat di dunia tidak bisa?” kata Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Veranita Yosephine, saat menggelar pertemuan dengan Direktur Enterprise & Business Service dengan Kepala BP BUMN, di Jakarta, Sabtu (18/7/2026).
Advertisement
Selain membahas terkait pendapatan dengan Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, pertemuan tersebut membahas langkah transformasi Telkom Enterprise untuk memperkuat bisnis layanan solusi dan teknologi komunikasi bagi segmen korporasi.
Dalam pembahasan itu, Dony menekankan, Telkom Enterprise harus menjadi integrator utama yang menyatukan seluruh kapabilitas bisnis Telkom. Dia menuturkan, sinergi antarlini usaha menjadi kunci agar setiap unit tidak berjalan sendiri-sendiri dan mampu menghadirkan solusi yang lebih terintegrasi kepada pelanggan.
“Kita punya banyak bisnis, kalau tidak ada integratornya, mereka jalan sendiri-sendiri. Telkom jadi satu holding enterprise bisnis ini yang perlu, karena ini integratornya,” ujar Dony.
Transformasi tersebut akan dilakukan melalui penyempurnaan desain organisasi, penguatan tata kelola, serta pembenahan model akuntansi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Telkom Enterprise sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis yang lebih agresif di tengah meningkatnya kebutuhan solusi digital bagi dunia usaha.
Arahan Danantara untuk Transformasi Telkom Enterprise
Melalui arahan Danantara, transformasi Telkom Enterprise akan difokuskan pada peningkatan efektivitas organisasi, pemanfaatan talenta-talenta muda Indonesia di bidang teknologi informasi, serta penguatan tata kelola perusahaan.
Upaya tersebut diharapkan menjadikan Telkom Enterprise sebagai fondasi penting dalam memperkuat posisi Telkom sebagai pemimpin penyedia solusi digital nasional.
Dony menegaskan, momentum transformasi ini harus dimanfaatkan untuk membangun organisasi yang lebih kokoh dan siap menghadapi tantangan ke depan. “Mulai membangun organisasi dengan benar. Ini kesempatan kita buat ngerapiin semuanya dan masuk ke fase yang baru,” ujar Dony.