IHSG Sepekan Terbang 4,24%, Analis Ungkap Pendorongnya

Berikut sejumlah faktor yang mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali sentuh 6.100 pada pekan ini.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 18 Juli 2026, 10:00 WIB
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melambung pada perdagangan saham 13-17 Juli 2026. Analis menuturkan, lonjakan IHSG sepekan didorong sejumlah faktor baik dari internal dan eksternal. Salah satu yang menopang kenaikan IHSG yakni penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (18/7/2026), IHSG melambung 4,24% ke posisi 6.175,53 dari pekan lalu di 5.924,36.

Kapitalisasi pasar BEI melonjak 3,95% menjadi Rp 10.749 triliun dari pekan lalu Rp 10.340 triliun. Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, selama sepekan IHSG melonjak 4,24%, dan masih didominasi oleh volume pembelian yang cenderung meningkat. Penguatan IHSG, menurut Herditya didorong sejumlah faktor. Pertama, rilis data consumer price index (CPI) yang lebih rendah dibandingkan  perkirana konsensus, di mana meningkatkan harapan the Federal Reserve (the Fed) yang menahan suku bunga acuan ke depan.

Kedua, S&P Global masih mempertahankan peringkat kredit dan outlook Indonesia yang stabil. Ketiga, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang masih menguat di level 17.971 meski selama sepekan masih terdapat net sell Rp 1,4 triliun hingga Kamis pekan ini.

"Keempat, menguatnya kembali harga minyak mentah dunia setelah Timur Tengah kembali memanas, di mana hal ini kembali meningkatkan kekhawatiran inflasi global,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Selain itu, berdasarkan data BEI, investor asing melakukan aksi beli saham mencapai Rp 442,05 miliar. Pada pekan lalu, investor asing melakukan aksi jual saham mencapai Rp 1,73 triliun.

Selain itu, BEI mencatat, rata-rata nilai transaksi harian alami kenaikan tertinggi dalam sepekan. Rata-rata nilai transaksi harian melonjak 36,25% menjadi Rp 13,99 triliun dari Rp 10,27 triliun pada pekan lalu. Rata-rata volume transaksi harian BEI juga melompat 27,75% menjadi 26,17 miliar saham dari pekan lalu 20,49 miliar saham. Selanjutnya, rata-rata frekuensi transaksi harian juga melonjak 24,60% menjadi 2,33 juta kali transaksi dari 1,87 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Kinerja IHSG Pekan Lalu

Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan saham 6-10 Juli 2026. Kenaikan IHSG sepekan didorong sejumlah faktor baik sentimen domestik dan global.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Minggu, (12/7/2026), IHSG naik 0,83% menjadi 5.924,36 dari posisi sebelumnya 5.875,78. Kapitalisasi pasar naik 0,51% menjadi Rp 10.340 triliun dari Rp 10.287 triliun pada penutupan pekan lalu.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG naik 0,83% selama sepekan, dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Ia mengatakan, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG.

Pertama, peringatan S&P Dow Jones Indices terhadap status pasar Indonesia yang memicu kekhawatiran investor. Kedua, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terdepresiasi dan tercatat saat ini berada pada level 18.100. Ketiga, pergerakan harga komoditas dunia, di mana terpantau harga minyak menguat di US$ 71 per barel, dan harga emas yang melandai di US$ 4.106 per ounce.

 

Selain itu, rata-rata frekuensi transaksi harian bursa selama sepekan meningkat 29,69% menjadi 1,87 juta kali transaksi dari 1,44 juta kali transaksi pada pekan lalu.

 

Sektor Saham

Pejalan kaki duduk di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Rata-rata volume transaksi harian bursa bertambah 16.83% menjadi 20,49 miliar saham dari 17,54 miliar saham pekan lalu. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian turun 8,88% menjadi Rp 10,27 triliun dari Rp 11,27 triliun pada pekan lalu.

Di tengah kenaikan IHSG, investor asing melakukan aksi jual saham mencapai Rp 1,73 triliun.

Selain itu,kenaikan IHSG juga ditopang dari mayoritas sektor saham yang menghijau. Namun, sektor saham infrastruktur melemah sendirian. Sektor saham infrastruktur turun 2,11%.

Di sisi lain, sektor saham energi menguat 1,63%, sektor saham basic materials bertambah 0,15%, sektor saham industri menanjak 0,92%, sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 0,70%.

Kemudian, sektor saham consumer siklikal bertambah 1,55%, sektor saham perawatan kesehatan menanjak 1%, sektor saham keuangan naik 2,38%, sektor saham properti dan real estate menguat 1,5%. Lalu sektor saham teknologi melesat 0,04% dan sektor saham transportasi naik 0,03%.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya