Rosan Ungkap 4 Alasan Investasi Asing Tetap Masuk Indonesia

Menteri Investasi Rosan Roeslani mengungkap Indonesia dinilai memiliki stabilitas ekonomi, politik, dan sosial lebih baik dibandingkan sejumlah negara lain.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 17 Juli 2026, 20:10 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani. Dok Bakom

Liputan6.com, Jakarta - Ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi global belum mengurangi minat investor asing menanamkan modal di Indonesia. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengungkap sedikitnya ada empat faktor yang membuat Indonesia tetap menjadi tujuan investasi.

Menurut Rosan, para investor memahami bahwa setiap investasi memiliki risiko. Namun, yang terpenting bagi mereka adalah risiko tersebut dapat diukur (calculated risk).

"Mereka tahu untuk berinvestasi pasti ada risiko. Tetapi selama risiko itu adalah risiko yang mereka bilang terukur atau calculated risk, mereka bisa build in pada saat mereka investasi," ujarnya, dikutip Jumat (17/7/2026).

Selain itu, Indonesia dinilai memiliki stabilitas ekonomi, politik, dan sosial yang lebih baik dibandingkan sejumlah negara di kawasan.

"Mereka melihat di Indonesia ini relatif dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, kita relatif stabil. Stabil dari segi pertumbuhan ekonomi, stabil juga dari segi politik dan sosialnya," kata Rosan.

 

Kepastian Izin Jadi Daya Tarik

Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, untuk memangkas sejumlah regulasi yang dinilai menghambat investasi. Dok Bakom

Faktor lain yang membuat investor tetap percaya adalah kepastian regulasi. Rosan mengatakan pemerintah terus memperbaiki iklim investasi, termasuk melalui PP Nomor 28 yang mempercepat proses perizinan.

Menurut dia, aturan tersebut membuat izin investasi dapat diterbitkan secara otomatis apabila kementerian teknis tidak memberikan respons sesuai batas waktu yang telah disepakati.

Selain itu, pemerintah juga tengah mengembangkan sistem Online Single Submission (OSS) dengan integrasi teknologi artificial intelligence (AI) dan blockchain agar proses perizinan menjadi lebih cepat, transparan, dan memberikan kepastian kepada investor.

"Hal-hal itu yang kita sampaikan ke mereka dan mereka melihat, oh ini memang effort kita untuk meningkatkan iklim investasi itu terus berjalan," ujar Rosan.

Ketiga artikel ini memiliki fokus yang berbeda sehingga tidak saling tumpang tindih: artikel pertama mengangkat perubahan peta investor asing, artikel kedua menyoroti tren baru hilirisasi bauksit, dan artikel ketiga menjelaskan faktor fundamental yang menjaga kepercayaan investor terhadap Indonesia.

Dengan pemisahan tersebut, peluang masing-masing artikel tampil di Google Discover juga lebih besar karena menargetkan kata kunci dan intent pembaca yang berbeda.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya