Liputan6.com, Doha - Qatar pada Kamis (16/7/2026) membantah keras laporan media Israel yang menyebut Doha telah menyetujui keterlibatan dalam operasi militer terhadap Iran.
Kantor Media Internasional Qatar menyatakan tuduhan tersebut disebarkan oleh pihak-pihak yang ingin menyeret Qatar ke dalam konflik, sekaligus merusak peran penting negara itu sebagai mediator.
Advertisement
"Tuduhan tersebut disebarkan oleh pihak-pihak yang berupaya menyeret Negara Qatar ke dalam konflik, melemahkan peran pentingnya dalam mediasi, serta mendorong kawasan ke arah eskalasi dan kekacauan yang lebih parah," demikian pernyataan kantor tersebut seperti dilaporkan Middle East Monitor.
Doha menegaskan telah berulang kali menyatakan sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran bahwa Qatar tidak pernah dan tidak akan terlibat dalam aksi militer terhadap negara tetangga mana pun.
"Qatar tidak akan membiarkan tuduhan menyesatkan tersebut mengganggu upaya diplomatik yang tengah dijalankannya untuk mengakhiri konflik. Qatar akan terus menjalankan peran mediasinya dengan berkoordinasi bersama mitra regional dan internasional guna mencapai kesepakatan menyeluruh dan berkelanjutan yang dapat menjawab kekhawatiran semua pihak," kata kantor itu.
Kantor Media Internasional Qatar tidak menyebut media Israel yang menerbitkan laporan tersebut maupun memberikan keterangan lebih lanjut.
Eskalasi di kawasan mulai meningkat pada Februari setelah AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran. Teheran membalas dengan serangan rudal dan drone ke sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset-aset militer AS.
Iran dan AS bulan lalu mencapai nota kesepahaman melalui mediasi Pakistan sebagai langkah untuk mengakhiri konflik dan mewujudkan perjanjian damai jangka panjang. Namun, ketegangan kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir menyusul perselisihan di Selat Hormuz, yang dipicu oleh klaim tumpang tindih mengenai hak kendali jalur pelayaran dan diwarnai aksi saling serang antara militer kedua negara.