Top 3: Harga Emas Dunia Bertahan

Berikut ini tiga artikel terpopuler atau top 3 di kanal bisnis Liputan6.com pada Jumat (17/7/2026).

oleh Arthur GideonDiterbitkan 17 Juli 2026, 06:30 WIB
Ilustrasi harga emas dunia (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia berhasil memangkas pelemahan dan ditutup di level US$ 4.047,27 per ounce setelah rilis data inflasi produsen (PPI) Amerika Serikat bulan Juni 2026 turun 0,3%.

Meski data inflasi melunak, pergerakan harga komoditas ini masih dibayangi oleh sentimen negatif pasar.

Risiko inflasi jangka panjang dan tingginya suku bunga acuan dinilai tetap menjadi ancaman utama bagi pelaku pasar, terutama seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Artikel mengenai harga emas ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada sejumlah artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Jumat (17/7/2026):

1. Harga Emas Dunia Bertahan di Atas US$ 4.000, Simak Prediksi Analis

Harga emas dunia memangkas pelemahan pada perdagangan Rabu setelah Amerika Serikat (AS) merilis data inflasi produsen atau Producer Price Index (PPI) yang lebih rendah dari perkiraan pasar. Meski begitu, kekhawatiran terhadap inflasi dan tingginya suku bunga masih membayangi seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Harga emas di pasar spot turun 0,2% ke level US$ 4.047,27 per ounce, setelah sebelumnya sempat merosot hampir 1% pada awal perdagangan. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS melemah 0,4% menjadi US$ 4.053,70 per ounce.

Simak berita selengkapnya di sini.

 

2. Utang RI Tembus Rp 8.000 Triliun, Purbaya: Jangan Lihat Nominalnya

Belanja pemerintah pusat terealisasi sebesar Rp2.602,3 triliun atau 96,3% dari target. Tampak dalam foto, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat Konferensi Pers APBN Kita, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2026). (merdeka.com/magang/Rendi Saputra)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa kondisi utang luar negeri Indonesia tetap terkendali dan berada dalam batas aman, sekalipun secara nominal telah melewati angka Rp 8.000 triliun.

Ia menekankan bahwa penilaian terhadap utang suatu negara tidak boleh hanya berpatokan pada angka nominal semata, melainkan harus disandingkan dengan skala perekonomian domestik.

"Kita selalu bandingkan dengan size ekonominya, jangan nominalnya saja," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Simak berita selengkapnya di sini.

 

 

3. Lewati 6 Presiden, Proyek Blok Masela Akhirnya Dimulai Era Prabowo

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat groundbreaking Proyek Abadi Masela, di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kamis (16/7/2026).(Foto: Liputan6.com/Immanuel Christian)

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyebut bahwa proyek Blok Masela sudah dicanangkan sejak 28 tahun lalu, namun tak pernah resmi dimulai. Setelah melewati kepemimpinan 6 Presiden RI, Bahlil menyebut proyek Blok Masela akhirnya bisa dimulai di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Pada hari ini 16 Juli 2026 ini menandai babak baru Proyek Abadi Masela yang sudah dicanangkan 28 tahun lalu, sudah 6 presiden, Presiden Prabowo Subianto lah yang bisa mengeksekusi hari ini," kata Bahlil saat peresmian groundbreakingProyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Kamis (16/7/2026).

Menurut dia, proyek Blok Masela ini sudah lama terkatung-katung karena ada perdebatan akan dibangun di darat atau laut. Bahlil menyebut Prabowo memberikan instruksi kepadanya agar proyek tersebut segera dieksekusi.

Simak berita selengkapnya di sini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya