Liputan6.com, Jakarta - Danantara Investment Management (DIM) akan menambah porsi investasi pada proyek Pengolahan Sampah jadi Energi Listrik (PSEL). Porsinya bakal dinaikkan hingga 51% dari nilai investasi di proyek tersebut.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir mengatakan, akan ada peningkatan porsi dalam investasi proyek PSEL tersebut. Jumlahnya, dari sekitar 30% di tahap pertama dan berpeluang naik ke 51% untuk PSEL tahap dua.
Advertisement
"Kita untuk yang fase pertama memang hanya ambil 30%, buat fase kedua kita naikkan ke 51%. Jadi ya bisa dibilang dari total Rp 24 triliun itu, kalau misalnya nanti termasuk hutang, equity mungkin Rp 7-8 (triliun), kita cuma 51% dari itu mungkin sampai mencapai Rp 3,5 triliun," jelas Pandu, ditemui di Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Pandu mengatakan, nilai investasi ke PSEL bisa bertambah lagi ke depan. Mengingat ada perkembangan proyek PSEL di berbagai tempat lainnya seiring rencana pemerintah.
"Kita mungkin nambah lokasi-lokasi baru, jadi pastinya nambah, kita ada Jakarta juga Itu bisa dua lokasi tambahan, nanti nambah beberapa kota lain pasti akan menambah lah," ujar dia.
"Total kurang lebih (investasi) US$ 5 miliar itu (setara) Rp 80 triliun ya. Jadi nantinya seharusnya equity kurang lebih Rp 25-30 triliun, kalau kita semua 51%, nantinya ya mungkin Rp 10-15 triliun," imbuh Pandu.
Siapkan Mitra Alternatif
Pandu menerangkan, dari delapan mitra yang sudah ditetapkan di PSEL tahap kedua, bisa saja digantikan dengan mitra lainnya. Danantara pun menyiapkan mitra alternatif sebagai penggantinya.
"Kita ada 8 mitra utama, kita ada juga mitra alternatif, apabila mitra utamanya nanti tidak bisa mencapai Power Purchase Agreement atau Financial Close yang pas waktu," katanya.
Ruang Kompetitif Tetap Terbuka
Dia menuturkan, hal tersebut menjadikan ruang kompetitif tetap terbuka. "Jadi ya kita still create competitive action sampai nanti akhir Financial Close," imbuh dia.
Dia pun membantah mitra investor dari luar negeri hanya dipilih dari China. "Ada yang dari dalam negeri, ada yang dari luar negeri, baik dari Prancis, Tiongkok, ada juga yang dari Indonesia. Enggak (hanya satu negara tertentu) kita enggak bisa juga tergantung pada satu tempat, kita harus diversifikasi," bebernya.
Danantara Pilih 8 Mitra PSEL
PT Danantara Investment Management (DIM) bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) menetapkan delapan mitra usaha terpilih untuk mengembangkan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) tahap kedua. Proyek tersebut akan dikembangkan di delapan lokasi yang mencakup 20 kabupaten dan kota di Indonesia.
Director Investment DIM sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Denera, Fadli Rahman, mengatakan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara objektif dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik dan mengacu pada praktik terbaik internasional.
"Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif, berdasarkan prinsip tata kelola yang baik, serta mengacu pada praktik terbaik internasional," kata Fadli di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Ada Proses Lanjutan
Menurut dia, penetapan delapan mitra tersebut masih bersifat bersyarat (conditional). Artinya, masing-masing perusahaan masih harus memenuhi seluruh ketentuan pengadaan sebelum resmi menjadi pengembang dan pengelola proyek.
Fadli menjelaskan, proses evaluasi tidak hanya mempertimbangkan kemampuan finansial peserta, tetapi juga rekam jejak dalam proyek PSEL, kecepatan implementasi, aspek komersial, pengelolaan risiko, hingga komitmen jangka panjang dan pengalaman menjalankan proyek serupa di Indonesia.
"Untuk memastikan independensi dan kualitas proses, kami menunjuk penasihat teknis, hukum, dan komersial independen yang mendampingi keseluruhan tahapan evaluasi," ujarnya.