Prajurit AS Berusia 30 Tahun ke Atas Wajib Jalani Tes Kadar Testosteron

Kebijakan ini muncul di tengah dorongan pemerintah Trump memperluas akses terapi testosteron serta perdebatan medis mengenai penggunaannya.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 16 Juli 2026, 11:47 WIB
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth dalam pertemuan dengan para menteri pertahanan ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (1/11/2025). (Dok. AP/Hasnoor Hussain)

Liputan6.com, Washington, DC - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (Menhan AS) Pete Hegseth pada Rabu (15/7/2026) mengumumkan program baru untuk memeriksa kemungkinan kekurangan hormon testosteron pada personel militer. Menurut dia, pemeriksaan tersebut diperlukan agar para prajurit dapat bertugas dalam kondisi terbaik.

Pemeriksaan akan dilakukan setiap tahun sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan wajib bagi personel berusia 30 tahun ke atas. Personel yang belum berusia 30 tahun dapat mengikutinya secara sukarela.

Melalui video yang diunggah di media sosial, Hegseth mengatakan bahwa keputusan untuk menjalani terapi penggantian testosteron sepenuhnya bersifat sukarela.

Dalam video tersebut, Hegseth hanya menyebut personel militer secara umum. Namun, kebijakan itu tampaknya ditujukan untuk memeriksa gangguan hormon pada prajurit laki-laki.

Menurut laporan Associated Press, kebijakan ini muncul ketika sejumlah pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump mulai mendorong agar laki-laki lebih mudah mendapatkan terapi penggantian testosteron. Namun, pernyataan Hegseth dan pejabat lainnya mencampurkan pengetahuan ilmiah yang sudah terbukti dengan sejumlah klaim yang lebih luas dan belum memiliki dasar kuat.

Penggunaan Testosteron di Militer Pernah Jadi Sorotan

Saat ditanya masalah kesehatan apa yang hendak ditangani melalui kebijakan baru tersebut, Pentagon merujuk pada pernyataan Hegseth dalam video. Ia menyebut pemeriksaan itu bertujuan menjaga personel militer tetap "kuat, tangguh, dan mampu menjalankan tugas".

Hegseth mengatakan tuntutan medan perang modern mengharuskan prajurit memiliki "kesiapan psikologis dan mental secara maksimal".

Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan testosteron dan zat sejenis untuk meningkatkan kemampuan fisik di kalangan pasukan operasi khusus, terutama Navy SEAL, menjadi sorotan.

Kematian seorang peserta pelatihan SEAL pada 2022 mengungkap adanya sejumlah zat di antara barang-barang miliknya, termasuk testosteron. Kasus ini menunjukkan bahwa penggunaan obat-obatan di program pelatihan pasukan elite tersebut jauh lebih luas daripada yang sebelumnya diakui.

Setahun setelah kematian peserta pelatihan itu, Angkatan Laut AS mengumumkan akan memulai program tes untuk mendeteksi "setiap zat hormonal yang secara kimiawi atau dalam cara kerjanya berkaitan dengan testosteron dan mendorong pertumbuhan otot".

Hegseth menegaskan bahwa program tersebut bukan untuk mendongkrak performa prajurit dengan bantuan zat tambahan.

Pentagon tidak menjawab pertanyaan mengenai penelitian atau kajian akademik yang menjadi dasar kebijakan tersebut. Pentagon juga tidak menjelaskan apakah personel perempuan dapat menjalani pemeriksaan untuk mendapatkan terapi hormon estrogen ketika memasuki masa menjelang menopause.

RFK Jr. Dorong Penggunaan Testosteron, Pakar Medis Hati-hati

Robert F. Kennedy Jr. adalah putra dari Senator Robert F. Kennedy dan keponakan dari Presiden John F Kennedy. (Dok. AP Photo/Hans Pennink, File)

Kadar testosteron pada laki-laki secara alami menurun seiring bertambahnya usia. Kondisi itu sejak lama dikaitkan dengan sejumlah masalah, seperti gangguan ereksi, menurunnya gairah seksual, perubahan suasana hati, dan kenaikan berat badan.

Namun, para pakar telah bertahun-tahun memperdebatkan cara mendiagnosis masalah tersebut, termasuk apakah kondisi itu perlu ditangani dengan terapi penggantian hormon.

Pengumuman Hegseth disampaikan ketika Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr. dan sejumlah pejabat pemerintahan Trump berupaya mempermudah dokter meresepkan testosteron.

Bulan lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS atau FDA mengusulkan pelonggaran aturan pemberian resep testosteron dalam bentuk gel, pil, plester, dan suntikan.

Aturan FDA saat ini menyatakan bahwa obat-obatan tersebut hanya diperuntukkan bagi laki-laki yang mengalami hipogonadisme, yaitu kondisi medis yang menyebabkan kadar testosteron sangat rendah.

Namun, banyak pemengaruh dan pendukung gerakan "Make America Healthy Again" yang diusung Kennedy mempromosikan testosteron sebagai cara untuk terlihat lebih muda, membentuk otot, dan menjaga ketajaman berpikir. Penggunaan untuk tujuan tersebut belum diterima oleh sebagian besar pakar medis.

Di sisi lain, sejumlah penelitian terbaru memperkuat bukti mengenai manfaat testosteron untuk kondisi tertentu, sekaligus meredakan kekhawatiran terhadap keamanannya, terutama terkait risiko gangguan jantung.

Tahun lalu, FDA mencabut peringatan paling tegas pada label obat mengenai kemungkinan risiko serangan jantung dan stroke.

Secara terpisah, rangkaian penelitian yang dilakukan Institut Kesehatan Nasional AS atau NIH terhadap laki-laki lanjut usia menemukan bahwa penggunaan testosteron dapat membantu mengatasi gangguan ereksi, meningkatkan gairah seksual, dan memperbaiki sejumlah fungsi seksual lainnya. Terapi itu juga sedikit memperbaiki suasana hati.

Namun, penelitian tersebut menemukan sedikit atau bahkan tidak ada perbaikan dalam hal kelelahan, daya ingat, maupun kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Penelitian lain menunjukkan bahwa testosteron berpotensi membantu pembentukan otot serta meningkatkan kekuatan dan kepadatan tulang.

Meski demikian, pedoman medis yang berlaku saat ini umumnya tidak menganjurkan pemeriksaan kadar testosteron terhadap semua laki-laki tanpa melihat ada atau tidaknya gejala.

Dokter biasanya disarankan membahas terapi testosteron hanya dengan pasien yang mengalami gejala mengganggu dan terbukti memiliki kadar hormon rendah berdasarkan dua pemeriksaan darah yang dilakukan pada waktu berbeda.

Pemeriksaan kadar testosteron juga tidak sederhana karena tingkat hormon tersebut dapat berubah sepanjang hari. Untuk mendapatkan hasil yang akurat, pengambilan sampel darah biasanya dilakukan pada pagi hari saat pasien belum makan.

Kecaman dari Partai Demokrat

Sejumlah legislator perempuan Partai Demokrat yang memiliki latar belakang militer mengkritik kebijakan tersebut.

Senator Tammy Duckworth, politikus Demokrat dari Illinois sekaligus veteran Perang Irak, menyindir kebijakan tersebut dengan menyebutnya “seperti layanan afirmasi gender”. Ia menilai Hegseth tidak konsisten karena mendukung terapi testosteron bagi prajurit laki-laki, tetapi menentang terapi hormon bagi personel militer transgender.

Anggota DPR Chrissy Houlahan, politikus Demokrat dari Pennsylvania sekaligus veteran Angkatan Udara, mengatakan kebijakan itu "membuktikan bahwa Menhan Hegseth mengikuti pandangan kalangan paling ekstrem dalam komunitas daring yang mengusung gagasan maskulinitas".

Kedua legislator tersebut meminta agar pemeriksaan hormon tidak hanya tersedia bagi laki-laki, tetapi juga bagi perempuan.

"Mari kita perluas pemeriksaan hormon bagi seluruh personel militer kita yang pemberani agar masalah kesuburan dapat diketahui sejak dini. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perempuan dan laki-laki di militer menghadapi tingkat infertilitas yang lebih tinggi dibandingkan masyarakat umum," kata Duckworth.

Duckworth merupakan anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat.

Hegseth sebelumnya mengatakan bahwa perempuan seharusnya tidak menempati peran tempur. Menurut dia, standar untuk posisi tersebut harus mengacu pada "standar tertinggi bagi laki-laki".

Sejak memimpin Pentagon, Hegseth juga telah memblokir sejumlah promosi bagi personel perempuan serta memberhentikan sejumlah pemimpin perempuan.

Ia turut mengubah sejumlah kebijakan terkait layanan kesehatan bagi personel militer.

Pada April, Hegseth mengumumkan pencabutan kewajiban vaksin flu yang telah lama berlaku di lingkungan militer. Ia beralasan kebijakan itu diperlukan demi "kebebasan menentukan tindakan medis" dan kebebasan beragama.

Pada Juni, wabah flu di pusat pelatihan dasar Angkatan Udara AS menyebabkan hampir 300 orang jatuh sakit.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya