Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan pembersihan tumpukan sampah di Rusun Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, berlangsung dalam waktu delapan hingga 10 hari. Pemprov DKI pun mulai mengerahkan alat berat, truk, dan personel untuk proses penanganan.
Pramono mengatakan penumpukan sampah terjadi akibat keterlambatan antrean pengangkutan menuju tempat pengolahan sampah (TPS) hingga TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.
Advertisement
"Di Rusun Waduk Pluit karena adanya keterlambatan antrean di TPST-TPST yang ada, kemudian ke Bantargebang, terjadi penumpukan. Saya sudah meminta untuk diselesaikan selambat-lambatnya delapan sampai 10 hari," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, dikutip Kamis (16/7/2026).
Dia menyampaikan telah menginstruksikan jajarannya agar persoalan tersebut segera dituntaskan. Menurut Pramono, saat ini penanganan di lapangan sudah berjalan dengan melibatkan satu unit alat berat, tiga truk dan 10 personel.
"Yang sudah bekerja ada satu alat berat, tiga unit truk, dan sepuluh personel yang bekerja di lapangan. Satu sampai dua hari ke depan akan kami tambah," ucap Pramono.
Ia berharap penambahan personel dan armada petugas yang dikerahkan dapat mempercepat proses pembersihan sehingga target penyelesaian dapat tercapai.
Lebih lanjut, Pramono juga meminta agar pengelolaan sampah di Rusun Waduk Pluit dibenahi. Dengan begitu, diharapkan penumpukan sampah serupa tidak kembali terjadi.
"Saya meminta secara khusus agar pengelolaan Waduk Pluit ini dikelola kembali dengan aturan dan cara yang lebih baik, supaya tidak terjadi lagi penumpukan seperti yang sekarang ini," kata Pramono.
Diketahui, penumpukan sampah di TPS Rusun Waduk Pluit viral di media sosial. Dilihat Liputan6.com, dalam video yang diunggah akun Instagram @jakarta.hari.ini, sampah yang menumpuk nampak beragam.
Dalam narasi video tersebut, disampaikan bahwa sampah telah menumpuk hampir dua tahun. Sementara itu, sejumlah petugas kebersihan juga terlihat berada di lokasi untuk mengangkut sampah yang menumpuk.