Prabowo Resmikan Groundbreaking Proyek Blok Masela Besok

Blok Masela merupakan salah satu proyek strategis sektor migas.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 15 Juli 2026, 20:55 WIB
Presiden Prabowo Subianto di acara Puncak Perayaan Hari Koperasi Nasional Ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Liputan6.com, Jakarta - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek Blok Masela di Kepulauan Tanimbar, Ambon akan diresmikan pada Kamis, 16 Juli 2026. Dia mengatakan proyek gas terbesar di Indonesia tersebut akan diresmikan Presiden Prabowo Subianto.

"Besok iya besok (groundbreaking Blok Masela). Insya Allah Presiden akan meresmikan groundbreaking Blok Masela," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (14/7/2026).

Dia belum bisa memastikan apakah Prabowo akan hadir langsung di Kepulauan Tanimbar atau peresmian melalui virtual. Bahlil pun masih menunggu keputusan Prabowo.

"Nanti kita lihat ya. Nanti diputuskan Bapak Presiden sendiri," ujar Bahlil.

 

Nilai Investasi Blok Masela

Sebelumnya, Lapangan Abadi Blok Masela berlokasi di lepas pantai Laut Arafura, Maluku. Blok Masela merupakan salah satu proyek strategis sektor migas dengan nilai investasi mencapai US$ 20,9 miliar atau sekitar Rp 355 triliun.

Lapangan gas abadi ini diperkirakan memiliki cadangan gas sebesar 6,97 triliun kaki kubik (TCF) dan menjadi salah satu lapangan gas laut dalam terbesar di Indonesia.

Perjalanan proyek ini dimulai pada 16 November 1998 ketika Pemerintah Indonesia menandatangani kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) dengan Inpex Corporation sebagai operator Blok Masela. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2000, Inpex menemukan cadangan gas raksasa di Lapangan Abadi.

Pemerintah pun memasukkan Blok Masela dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya mengaku telah mendesak Inpex Masela Ltd, agar proyek migas Lapangan Abadi Blok Masela memulai produksi pada 2029.

Desakan karena dia menemukan adanya 301 sumur konsesi yang sudah menyelesaikan rencana pengembangan (Plan of Development/PoD), namun tidak kunjung masuk tahap produksi, termasuk Blok Masela. Tak lama kemudian Inpex Masela Ltd mulai melakukan tender.

Proyek tersebut ditargetkan mulai memasuki tahap konstruksi pada 2027. Sementara itu, produksi perdana (on-stream) diperkirakan mulai berlangsung pada 2029. "Tahun 2029 hingga 2030, sudah bisa berproduksi, dan itu salah satu giant yang terbesar di Indonesia," kata Bahlil pada Jumat (26/6/2026).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya